July 05, 2013

[Review] Despicable Me 2 (2013)


"Poppadoms."

Minion is back! Tentu saja yang pertama terlintas di pikiran penikmat film jika mendengar kata Despicable Me adalah Minion. Minion, karakter fiksi yang diciptakan oleh Illumination Entertainment ini mampu menarik perhatian saya - atau bahkan kebanyakan orang.  Bentuknya yang kecil, bulat, menggemaskan, berwarna kuning, ditambah tingkah laku yang mampu membuat penonton tertawa. Wuahahaha. Bohong deh kalo sehabis nonton film ini gak terceletuk kalimat,"Ih mau dong punya minion di rumah." Mengingat kesuksesan film pertama yang ditayangkan tiga tahun silam, studio mana yang tidak berniat untuk membuat sekuelnya. Yah walaupun di seri pertama Minion seakan hanya sebatas perkenalan, di film ini tentu kita sudah sangat mengenal jauh sehingga tak perlu diragukan lagi tingkah laku konyol mereka. Dan di Despicable Me 2 ini akan sangat banyak Minion yang meramaikannya.

Kali ini, Gru (Steve Carell) tidak lagi mempunyai niat untuk mencuri benda-benda berharga. Alasannya adalah ingin menjadi single parents yang baik bagi anak-anak angkatnya; Margo (Miranda Cosgrove), Edith (Dana Gaier), dan Agnes (Elsie Fisher). Berubah seratus persen dari seorang penjahat super yang sebelumnya berhasil mencuri bulan sekarang berubah menjadi pengusaha selai dan jeli. Hal itu membuat Dr. Nefario (Russell Brand) menjadi bosan untuk bekerja sama lagi dengan Gru yang akhirnya Dr, Nefario memutuskan untuk meninggalkan Gru. Lantas persoalan tak hanya di situ saja, dikabarkan bahwa ada sosok penjahat super lain yang mencuri serum yang berbahaya yang mampu membuat mahkluk hidup biasa menjadi monster yang mengerikan. Peristiwa itulah yang mempertemukan antara Gru dengan Lucy Wilde (Kristen Wiig), seorang anggota dari Liga Anti Penjahat.  Organisasi itu berniat untuk merekrut Gru karena berharap dapat membantu untuk menemukan siapakah sosok penjahat yang mencuri serum tersebut.

\

Satu hal yang umum dari kebanyakan film animasi buatan Hollywood adalah tak lepasnya alur cerita klasik antara kebaikan melawan kejahatan yang tentunya bisa dapat ditebak siapa pemenangnya. Namun hal seperti itu tak jadi masalah kala kita bisa mendapat hiburan yang cukup ketika menontonnya. Pun dengan Despicable Me 2, menurut saya ini film yang luar biasa konyol. Sepertinya semua penonton jarang untuk terlalu fokus pada penceritaannya. Yah karena porsi komedinya yang sangat berlebihan. Bentuk-bentuk komedinya pun general, dari dewasa hingga anak-anak kecil pun mampu mengasupnya. Pemancing tawa yang paling sering, tentu saja tidak lain dan tidak bukan adalah Minion! Wuahahaha, bangsat-bangsat kecil itu emang bisa-bisa aja deh kelakuannya. Baru sekali ini saya dibuatnya tertawa hingga menitikkan air mata. Dari awal hingga akhir, adegan-adegan yang memancing tawa semakin meningkat, trus meningkat, dan akhirnya ditutup dengan ending yang sangat bangsat. Sumpah, bohong banget deh kalo gak ketawa ngelihat endingnya. Wuahahaha!

Jadi meskipun Minion yang mendominasi Despicable Me 2, lantas tak membuat karakter-karakter lain berkurang porsinya. Masih dengan Gru sebagai karakter utama yang mampu berjalan sesuai tempatnya. Gru mampu mengendalikan situasi kala di suatu scene tidak ada karakter Minion - yang dinanti-nanti, dipermanis dengan tambahan karakter-karakter baru macam Lucy Wilde, Silas Ramsbottom, dan Eduardo Perez semakin membuat film ini berwarna. Dan jangan lupakan Agnes, putri angkat Gru yang paling kecil ini sedikit mengingatkan saya pada karakter Boo di Monsters Inc. Bentuk karakternya yang tak kalah menggemaskan dengan Minion dan mampu  memberikan satu scene yang mengharu biru. Untuk segi penceritaan yang mmmmm...terlalu biasa saja sepertinya membuat penonton dewasa bermuka datar. Penyelesaian konfliknya juga tidak begitu greget, dan adegan klimaksnya kurang mengena. Terlepas dari itu, sepertinya semua bisa dimaafkan dengan adegan-adegan komedi tadi dan oh ya bahkan di credit title yang bergulir kita masih dihadapkan pada tingkah laku konyol Minion yang membuat saya tidak terburu-buru beranjak dari kursi.


No comments:

Post a Comment