June 27, 2013

[Review] Monsters University (2013)


"I'm here to make good scarers great, not make mediocre scarers less mediocre."
Dean Hardscrabble

Mika dan Sulley yang terlebih dahulu kita kenal dalam film Monster Inc. Film animasi yang bersetting di dunia Monster, bercerita tentang perusahaan yang mengelola energi dari teriakan anak kecil. Tugas para Monster adalah menakut-nakuti anak-anak kecil tersebut sehingga teriakan mereka bisa disimpan di tabung energi. Meskipun terdengar seram, namun wujud monster yang ada justru lucu dan menggemaskan. Adalah Sulley, seorang(?) monster yang mempunyai prestasi bagus dalam hal menakut-nakuti. Bersama rekannya Mike, keduanya merupakan pasangan sulit dikalahkan untuk mengincar peringkat tertinggi di Monster Inc. Kali ini di Monsters University yang merupakan prekuel-nya, mereka hadir kembali sebagai seorang mahasiswa(?). Bagi saya dan mereka yang lahir tahun 90an yang sangat terhibur dengan Monster Inc -- yang tayang 12 tahun yang lalu -- film ini mungkin merupakan rasa rindu untuk melihat monster-monster kocak kembali beraksi. Bagi saya, Monster Inc sendiri sudah sangat begitu bagus dan hmm tentu saja harapan saya Monster University akan bisa lebih menghibur dari pendahulunya.

Ketika di Monster Inc, Mike dan Sulley adalah sepasang sahabat kocak bagaimana bisa menyangka bahwa di masa-masa kuliah, mereka adalah sepasang yang saling bersaing. Masih sama dengan pendahulunya, Billy Crystal yang mengisi suara Mike dan John Goodman yang mengisi suara Sulley. Mike Wazowski adalah seorang monster imut, lucu, dan tidak terlihat sedikitpun menakutkan berobsesi menjadi seorang scarer yang nantinya akan bekerja di Monster Inc. Memutuskan untuk kuliah di Monster University dan masuk scarer school, Mike belajar habis-habisan agar menjadi seorang scarer yang handal. Disanalah Mike bertemu dengan James Sullivan atau akrab dipanggil Sulley, seorang monster yang terlihat menyeramkan namun sangat malas untuk belajar. Suatu ketika, ada sebuah bencana yang menyebabkan Mike dan Sulley dikeluarkan dari scarer school. Mike yang begitu ingin membuktikan bahwa dia bisa menjadi scarer  memutuskan untuk bertaruh dengan Dekan yang tega mengeluarkannya dari scarer school dalam scarer contest walaupun pertaruhannya jika kalah, Mike akan dikeluarkan dari Monsters University.


Saya memang tak pernah menyepelekan apapun film animasi garapan Pixar. Sebut saja Toy Story, Up, Finding Nemo yang begitu sukses menghibur di pasaran. Yah walaupun banyak yang mengatakan presentasi mengecewakan dari Cars tetapi saya tetap optimis akan Monster University. Mungkin penonton dari film ini terbagi dari dua kubu, mereka remaja/dewasa yang sebelumnya sudah tahu tokoh Mike dan Sulley lewat Monster Inc dan mereka anak-anak kecil yang baru sekali ini mengenal Mike dan Sulley. Pada umumnya memang tidak jauh berbeda, kedua kubu penonton sangat bisa menikmati semua jalan cerita yang tersaji dalam film ini. Hanya saja di Monster University dihadirkan cameo-cameo dari tokoh yang kelak berada di Monster Inc yang tentu saja membuat kubu penonton yang sudah menonton Monster Inc akan berteriak kegirangan. Adegan-adegan kocak yang terus-terusan terjadi sepanjang cerita mampu membuat mood penonton naik, naik, dan semakin naik. Apalagi ditambah bentuk fisik monster-monster yang menggemaskan, semakin memperlebar tawa penonton. Bahkan kelompok monster cupu yang bernama Oozma Kappa menjadi pusat perhatian para penonton.

Setting di Universitas-nya para Monster yang membuat saya begitu takjub. Visual colourful yang sangat bisa memanjakan mata, pemilihan warna yang tepat untuk segala monster dan gedung-gedungnya. Kita dihadapkan pada keseharian kita ketika kuliah, tidak jauh beda hanya saja disini tokohnya monsters. Tetapi yang paling menarik adalah scarer contest. Klasik memang, tentang perjuangan yang bahu membahu untuk bisa memenangkan perlombaan tetapi dipadu dengan games-games yang unik, menyenangkan, dan bahkan bisa membuat saya berkata,"Bisa-bisa aja ya." Yah memang meskipun kurang greget, tetapi seperti yang saya bilang di awal tadi tentang tak pernah menyepelekan Pixar, kreativitasnya dalam menghasilkan cerita yang klasik-tapi-pada-akhirnya-mengejutkan bisa kamu temui dalam film ini. Jadi, menjawab pertanyaan sebelumnya apakah Monster University bisa lebih menghibur dari Monsters Inc? Hmmm kalo menurut saya sih tidak. Kalaupun sebagai permintaan maaf atas prestasi yang ditanggung Cars terdahulu, Pixar mampu membuktikannya bahwa ada peningkatan. Tidak ada salahnya menonton film ini beserta keluarga sebagai sajian liburan musim panas yang menyenangkan. Oh ya, bahkan saya belum bilang mengenai film pendek tambahan yang ditayangkan di awal film yang berjudul The Blue Umbrella. Percaya deh, it was hilarious!


No comments:

Post a Comment