June 20, 2013

[Review] World War Z (2013)


Siapapun yang pertama kali melihat judulnya pasti akan berpikiran ini adalah film mengenai perang. Tetapi perlu diperhatikan ada embel-embel Z di akhirnya. Musuh perang kali ini lumayan mengerikan, bukan melawan Korea Utara, atau Rusia tetapi zombie. Lalu, apa yang sulit melawan zombie dengan cara berjalannya yang begitu lambat dan juga agak bodoh. Jika kamu berpikiran seperti itu, maka Marc Forster selaku sutradara akan menertawaimu. zombie kali ini berbeda dengan yang sudah-sudah, tidak-tidak, ini bukan lagi tentang zombie yang bisa jatuh cinta seperti Warm Bodies, dan bukan zombie yang dipoles secara komedi seperti Shaun of The Dead, ini jauh lebih mengerikan yang pernah kamu bayangkan. Saya termasuk orang yang jarang menonton film zombie dan begitu menontonnya saya sangat menikmati, sepertinya film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Max Brooks, juga penulis The Zombie Survival Guide - yang sayangnya saya belom membacanya - sangat bisa memuaskan mereka yang begitu freak dengan zombie.

Banyak sekali penyebab orang bisa menjadi zombie, salah satu penyebab yang paling sering dimunculkan dalam film adalah karena virus. Pun dengan World War Z, tanpa perlu banyak basa basi ketika Gerry Lane (Brad Pitt) beserta istri dan anak-anaknya sedang pergi ke suatu tempat tiba-tiba saja di jalanan banyak zombie yang berlarian mengejar mangsanya untuk digigit. Benar, kamu tidak salah membacanya. Zombie-zombie di film ini bisa berlari, sangat cepat malah. Mungkin bisa dimanfaatkan untuk mengikuti kejuaraan olimpiade cabang atletik. Dan juga ketika mereka menggigit orang, orang tersebut akan berubah menjadi zombie hanya dalam hitungan 12 detik. WTH! Tentu saja hal ini berakibat kepada populasi zombie yang kian meningkat, kekacauan dimana-mana, dan krisis global pun terjadi. Kemudian Garry Lane yang juga merupakan pensiunan PBB yang sudah mempunyai pengalaman dalam banyak situasi ditunjuk kembali bersama tim untuk menyelidiki asal muasal virus penyebab zombie ini.


Bahkan belom sampai 10 menit film ini berjalan. Penonton disuguhi oleh chaos yang cukup menegangkan. Cara menggambarkan zombie yang berubah setelah 12 detik cukup menarik. Saya sendiri termasuk kesel melihat zombie yang berlari, waktu itu terakhir saya lihat ketika di Zombieland bedanya di World War Z tidak terlalu banyak memberikan unsur komedi. Yang saya suka dari film ini adalah tidak terlalu fokus perihal ke zombie-nya saja tetapi juga tentang masalah global yang terjadi, kecerdasan karakter Gerry Lane dalam menangani medis, dan bagaimana cara manusia untuk bisa survive. I was so excited! Sepertinya Marc Forster memang tak tanggung-tanggung, efek CGI yang disuguhkan berasa beneran. Ribuan zombie yang menyerang selalu membuat saya bergidik. Terihat gambar di atas, ribuan zombie yang bisa memanjat dinding sangat-sangat mengerikan. Bagaikan bencana tsunami yang dengan mudahnya menyapu daratan. 

Banyak dialog-dialog berat yang membuat penonton berasa capek tetapi terbayarkan sudah dengan berbagai macam kejutan-kejutan yang dihasilkan. Bahkan ada shock-moment yang membuat saya sedikit melompat dari kursi. Didukung pula dengan aktor yang tidak begitu saja kita remehkan dalam berakting, Brad Pitt dengan segala personanya sebagai sosok ayah dan agen yang cepat tanggap mampu membawa film ini menuju kesuksesan. Drama keluarga yang terjadi merupakan sedikit jeda diantara chaos-chaos yang berseliweran sepanjang film. Oya buat kamu yang terlalu takut melihat film zombie karena adegan muncrat darah, dan bertebaran potongan tubuh tak perlu takut untuk melewatkan yang satu ini. Adegan gore-nya sangat rendah dan tak usah terlalu lebay untuk menutup mata tiba-tiba. Mungkin menjadi nilai plus tersendiri dalam film ini. Satu lagi yang menjadi zombie berasa kenyataan adalah artistiknya yang top markotop. Tidak terlalu banyak membuat wajah zombie yang berdarah-darah, cukup simple namun menunjukkan kesan menakutkan. Mungkin film ini tidak terlalu populer, tapi merupakan sajian yang pas untuk jajaran film summer.



2 comments:

  1. film ini keren untuk ukuran genre zombie sebagai aktor!
    creepy di kelasnya. :D
    tapi emang kerasa ada beberapa part yg miss jika melihat ini adalah adaptasi atau tau latar belakang penggarapannya yang sempat bermasalah

    ReplyDelete