February 24, 2014

[Review] The Lego Movie (2014)


Sepertinya perusahaan mainan asal Denmark ini berniat untuk semakin memperkokoh kerajaannya. Lego yang dulu kita kenal sebagai mainan dengan banyak balok-balok kecil dengan berbagai bentuk unik yang menuntut kreativitas dan imajinasi untuk membangun fantasi yang kita miliki ini mencoba peruntungan di dunia layar lebar. Mungkin akan semakin terasa menyenangkan bagi mereka yang sudah menggeluti permainan ini sejak lama, yah karena bisa melihat dunia fantasi mereka sekarang hidup dan bergerak melalui visual yang nyata. Hadirnya film tentang mainan bongkar-pasang ini tentu saja tak lepas banyak komentar negatif dari berbagai pihak. Mengingat The Lego Movie bukanlah hal baru mengenai film yang berangkat dari adaptasi mainan, Sebelumnya kita mengenal G.I Joe dan Barbie yang yaaah... tak begitu memorable. Lantas, akankah mainan yang justru terlihat kaku dari dua sebelumnya bakal cukup menghibur? Atau malah kalo beruntung menjadi sajian yang sanggup melebihi ekspetasi penonton?

Kisahnya masih seputar film-film animasi kebanyakan yang ditujukan keluarga pada umumnya, tentang good vs evil. Adalah Emmet (Chriss Patt) seorang(?) pekerja konstruksi bangunan yang setiap hari berteman dengan pekerjaan yang monoton dan membosankan. Yah bisa dibilang kepribadiannya terlihat selalu ceria dan pekerja keras, tapi sayangnya tak ada yang menonjol dalam diri Emmet, sehingga rekan pekerja-nya nyaris tak ada yang menganggap dia ada. Suatu ketika hidup Emmet mulai berubah ketika tak sengaja bertemu dengan Wyldstyle (Elizabeth Banks), seorang(?) wanita misterius yang meyakini bahwa Emmet adalah sosok 'Yang Terpilih' menurut ramalan penyihir tua, Vitruvius (Morgan Freeman). Ramalan tersebut menceritakan tentang seseorang yang nantinya bakal menyelamatkan dunia dari ambang kehancuran yang disebabkan oleh penguasa Lego Universe yaitu President Business (Will Ferrell) serta tangan kanannya, Bad Cop (Liam Nesson).

Seperti performa Wreck It-Ralph tahun lalu, saya benar-benar tak mengira bahwa sajian yang membuat kita merasa nostalgia dengan mainan masa kecil benar-benar lezat untuk disantap. Meskipun pada menit-menit awal terlihat susah untuk meyakinkan penonton bahwa alur yang ingin disampaikan tak terlihat klise dan mudah ditebak, namun seketika menjelma menjadi petualangan yang menyenangkan ketika penonton sanggup melewati tahap itu. Betapa tidak? Simbiosis mutualisme terlihat solid antara departemen visual, narasi, hingga performa masing-masing karakter. Selain segi visual yang colourful yang diimbangi dengan tampilan yang sedap dipandang, The Lego Movie juga tidak terjebak dalam jalinan kisah yang membosankan. Melalui arahan dari duo Chris Miller-Phil Lord, potongan Lego yang kaku bisa menghantarkan cerita yang penuh energi tanpa pernah kehilangan nafas ceria. Sentuhan humor diberikan dalam bentuk slaptick hingga melalui dialog-dialog bernafaskan satir yang dikemas dalam tampilan stylish sehingga mampu menjangkau penonton dari berbagai usia.

Rentetan pujian juga tak lepas dari kinerja jajaran pengisi suara, masing-masing mampu memberikan nyawa ke dalam karakternya. Lihat saja Vitruvius (Morgan Freeman) dan Batman (Will Arnett) yang sukses menghasilkan guyonan dalam porsi besar. Emmet (Chriss Patt) dan Wyldstyle (Elizabeth Banks) yang juga terasa meyakinkan sebagai karakter utama. Turut dimeriahkan juga dengan hadirnya komplotan superhero, Superman (Channing Tatum), Green Lantern (Jonah Hill), Wonder Woman (Cobie Smulders) dan karakter-karakter ikonik seperti Gandalf (Todd Hansen), Han Solo (Keith Ferguson), hingga Abraham Lincoln (Will Forte). Setiap tokoh mempunyai karakter yang unik sehingga meskipun terlihat ramai dan sesak tapi tak saling menutupi karakter yang lain. Overall, The Lego Movie adalah sajian yang cerdas, beranjak dari kisah yang klise kemudian perlahan-lahan menjelma menjadi rajutan cerita yang mampu melekat ke dalam benak penonton hingga berakhir dengan ending yang tak bisa ditebak. Sungguh memuaskan!



No comments:

Post a Comment