February 02, 2014

[Review] Comic 8 (2014)


"Saya anggota DPR disini. Dewan Perwakilan Rampok." - Ernest

Belakangan ini stand up comedy semakin meledak di Indonesia. Hal inilah yang melatarbelakangi sang sineas Anggy Umbara (Mama Cake, Cowboy Junior The Movie) membuat sebuah film komedi dengan mengambil tokoh utama yang notabene stand up comedian lokal. Sebutlah bintang-bintang ternama seperti Mongol Stres, Ernest Prakasa, Kemal Pahlevi, Bintang Timur, Babe Cabita, Fico Fahriza, Arie Kriting, Mudi Taylor, serta banyak lagi stand up comedian lokal dan artis terkenal lainnya yang berperan sebagai pemain pendukung. Dalam sebuah majalah, sang sineas sendiri mengungkapkan bahwa selama menjalani syuting Comic 8, ia menemukan sesuatu yang berbeda, dan tidak ia temukan saat syuting film yang pernah digarapnya. Bagi siapapun yang mengikuti serpak terjang stand up comedy di Indonesia seperti saya, Comic 8 yang memang terlihat menjanjikan dan menawarkan sesuatu yang berbeda dibandingkan film-film komedi Indonesia sebelumnya, tak bisa begitu saja untuk dilewatkan.

Comic 8 memperkenalkan kita kepada delapan orang perampok bank yang terbagi dalam tiga komplotan dengan latar belakang dan tujuan yang berbeda. Komplotan pertama terdiri dari Fico, Babe, dan Bintang yang merupakan amatiran. Berikutnya ada Ernest, Arie, dan Kemal yang merupakan gangster yang sudah ahli memainkan senjata api. Dan yang terakhir ada duo aneh Mudi dan Mongol yang merampok demi tujuan menolong orang yang membutuhkan. Mereka semua dipertemukan dalam usaha perampokan di sebuah bank. Kemudian cerita pun berkembang dengan kehadiran pasukan polisi dipimpin oleh AKB Bunga (Nirina Zubir) yang dengan sigap berhasil mengepung mereka dari luar. Akhirnya kedelapan perampok ini harus bekerja sama untuk mencari jalan keluar dari gedung yang nyaris tanpa celah untuk kabur. Bahkan seiiring berjalannya cerita, kenyataan demi kenyataan terungkap di balik perampokan yang terbilang absurd ini.


Selain menampilkan sesuatu yang beda, mengingat belum ada film Indonesia yang bercerita tentang perampokan bank, bisa dibilang Comic 8 ini juga merupakan film lengkap. Tak hanya dipenuhi tontonan sarat aksi, lihat juga gaya pengambilan gambarnya yang meyakinkan, fitur-fitur seperti animasi yang turut menghiasi cerita, plot-plot yang dijabarkan secara acak, ada scene yang diambil secara long-take, hingga kejutan-kejutan yang tak bisa ditebak. Sebelumnya kesampingkanlah perihal keabsurdan cerita yang terlihat maksa, karena bagi saya justru disitulah letak hiburan sesungguhnya. Bahkan saya belum bicara mengenai komedinya yang berhasil membuat perut saya kram. Mengusung formula stand up comedy, ketika materi yang dilemparkan di awal sudah pecah maka perhatian penonton untuk menit-menit berikutnya akan semakin tercuri, sepertinya diterapkan dalam Comic 8. Tak sampai 10 menit waktu awal bergulir, studio bioskop sudah pecah dibuatnya. Isu-isu yang sedang tren serta sindiran-sindiran tajam mengenai sosial dan politik dibalut secara menarik dalam celotehan satir antar tokoh utama. Tak lupa juga komedi slapstick yang semakin melengkapi Comic 8.

Bahkan debut layar lebar untuk para stand up comedian yang menjadi tokoh utama, tak sedikitpun terlihat canggung. Sepertinya mereka memanfaatkan latar belakang mereka sebagai stand up comedian, dimana sang sineas memberikan keleluasaan bagi mereka untuk melempar guyonan-guyonan khas mereka seperti halnya ketika saya melihatnya di atas panggung. Karakternya pun dibuat sedekat mungkin dengan persona stand up comedy mereka sehingga memudahkan untuk melebur dengan penonton. Para bintang-bintang terkenal lainnya yang berperan sebagai pemeran pendukung hingga hanya sekedar cameo saja seperti Indro Warkop, Agung Hercules, Pandji Pragiwaksono, Cak Lontong, Jeremy Teti, Candil, Ge Pamungkas, Kiki Fatmala, hingga Cowboy Junior pun masing-masing turut mewarnai cerita dengan personanya masing-masing. 65 ribu penonton di hari pertamanya adalah jumlah yang sepadan dengan sajian memuaskan dari film ini. Ini kali keduanya setelah The Raid, saya merasakan penonton serentak tepuk tangan yang meriah untuk film Indonesia ketika usai. Good job!

P.S: Jangan langsung terburu-buru meninggalkan kursi penonton ketika film usai, celotehan-celotehan kedelapan stand up comedian yang biasa dibawakan di atas panggung akan menemani kamu hingga credit title habis.



5 comments:

  1. keren film ini.

    Terutama cara sutradaranya membagi part-part persona dari tiap-tiap comic :D

    Dan alur cerita pun, sulit di tebak .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju. Sungguh menyenangkan menikmati tiap part-nya. :D

      Delete
  2. Hari kamis ini saya mau lihat dibioskop :D

    ReplyDelete
  3. Belum sempet nonton. krn udah under estimate sama film2 Indonesia. Eh jadi nyesel krn blm sempet nonton, pass tayang malah pilihnya The Lego Movie. Tadi aja nonton 2 kali. :D

    ReplyDelete
  4. Bagi yang mau download filmnya mampir saja di blog saya ya link saya beri di bagian bawah

    suhansanusi7.blogspot.com/2014/11/film-indonesia-terkocak-2014.html

    ReplyDelete