January 25, 2014

[Review] Runner Runner (2013)


"This is your job. You want a clear conscience, go start a charity. But if you want your own island 
and your boss says you gotta go out there and take a beating, you go out there,
take it and come back to work and say,' do you need me to do it again?'" - Ivan Block

Perjudian selalu menjadi premis film-film yang tak pernah usai. Hal itu tak lepas dari setiap orang yang melakukannya, dari kalangan atas hingga kalangan bawah pun. Lihat saja, tak hanya di negara-negara maju, di Indonesia saja yang notabene melarang perjudian masih saja terjadi kegiatan seperti itu. Bahkan tak hanya sembunyi-sembunyi, secara terang-terangan pun kerapkali kita temukan. Seiiring dengan kemajuan teknologi, perjudian pun juga mengikuti perkembangan zaman. Melalui Runner Runner, penonton bisa menyimpulkan bahwa perjudian secara online adalah bentuk perjudian yang paling berbahaya, cukup masuk akal memang karena sekedar click mouse, jumlah uang yang dipertaruhkan mungkin tak akan bisa kembali. Didukung dengan tiga cast utama, Justin Timberlake, Ben Affleck, dan Gemma Arterton yang terpampang jelas di poster promosinya juga merupakan perjudian bagi Runner Runner untuk bisa menjadi sebuah sajian yang menarik.

Richie Furst (Justin Timberlake) adalah seorang mahasiswa brilliant yang kuliah di universitas bergengsi Princeton. Sebelumnya, Richie Furst sempat bekerja di Wall Street. Tetapi karena krisis ekonomi yang terjadi di Amerika, Richie pun harus rela kehilangan pekerjaannya. Untuk menutupi biaya kuliahnya, Richie mencoba peruntungannya melalui judi poker online. Justru yang terjadi adalah Richie malah kehilangan semua uangnya. Merasa dicurangi, Richie nekat pergi ke Costa Rica untuk menemui pemilik situsnya, Ivan Block (Ben Affleck) dan mengadu segala permasalahannya. Sungguh mengejutkan, Ivan Block tak hanya membayar semua kerugian yang dialami Richie tetapi juga mempekerjakan Richie sebagai tangan kanannya. Hal ini tentu adalah sebuah pertaruhan yang besar bagi Richie sebelum dia mengetahui rahasia bisnis gelap di belakang Ivan Block, apalagi dia juga jatuh hati dengan sekretarisnya, Rebecca (Gemma Arterton).

Seharusnya premis perjudian bisa membangkitkan gairah penonton mengingat di sini jarang sekali terdengar kabar kejahatan melalui judi online. Tapi apa yang terjadi adalah saya merasa disepelekan dengan naskah yang terasa dangkal. Okelah saya masih bisa bertahan di paruh awal ketika plot masih terasa datar dan saya berpikir bakal ada sesuatu yang mengejutkan di akhirnya, tapi yah untuk kedua kalinya saya merasa disepelekan lagi. Tak ada adegan permainan judi yang melibatkan otak, atau dialog-dialog yang berpotensi melepaskan saya dari rasa kantuk, tak ada segelintirpun. Cerita terlalu berfokus kepada kisah seorang Richie tanpa pernah peduli pengembangan kisah yang menghadirkan klimaks. Tak ada yang benar-benar baru kecuali premisnya. Bahkan kisah cintanya terlihat begitu klise. Sayang sekali, tak bisa terbangun dengan apik dan justru sedikit sulit untuk melebur dengan segala jalinan kisah yang dihadirkan.

Dan yah, seharusnya setelah saya berkomentar seperti itu saya juga bisa menemukan hal-hal yang membuat Runner Runner masih bisa dimaafkan. Kalo harus berterus terang, saya tak menemukannya. Bahkan performa peran ketiga cast dengan nama besar itu pun tak jauh beda dengan plot yang berjalan. Terasa datar tanpa pengembangan yang berarti. Penonton bisa menemukan peran yang dibawakan Justin Timberlake dan Ben Affleck di berbagai banyak film yang sudah ada. Tak ada kedalaman karakter yang membuatnya berasa memegang ceritanya. Yah, mungkin sedikit beruntung dengan adanya Gemma Arterton sebagai pemanis layar dengan lekuk tubuhnya yang seksi juga kulit tubuhnya yang terbakar matahari. Pada akhirnya, Runner Runner bisa dibilang kalah telak dalam perjudian, yang kemudian hanya menjelma menjadi sajian yang membosankan dan masuk dalam jajaran film yang cukup ditonton hanya satu kali. Sungguh malang.



No comments:

Post a Comment