December 15, 2013

The Premiere Solo Paragon


"Pertama kali di Jawa Tengah"

Begitulah tagline bioskop XXI terbaru yang berlokasi di Solo Paragon lantai 1 bernama The Premiere. Tentu, saya dan mungkin hampir semua orang di Solo yang tak tanggung-tanggung untuk menghabiskan waktunya untuk nonton film begitu antusias sekali. Apalagi bagi mereka yang mengejar tayang premiere, teater ini sangat disarankan untuk dicicipi. The Premiere sendiri merupakan zona khusus (((ZONA))) di XXI Solo Paragon. Kenapa disebut zona, karena mempunyai lounge sendiri. Jadi semacam dipisahkan dari teater reguler. Jadi melihat gambar di atas, letaknya di bagian kanan bawah itu, sampingnya concessions. Kebetulan hari Jumat, 13 Desember 2013, The Hobbit: The Desolation Smaug tayang premiere di Indonesia, inilah saat yang tepat untuk menjajal The Premiere. JENG JENG!

Ya wajar yang namanya pertama kali norak itu pasti ada, saya celingak-celinguk mencari letak The Premiere dan ketika masuk dikasih nomor antrian sama satpam. Batin saya, "Ini bioskop apa bank sih" Dan memang, waktu saya datang memang banyak yang sudah mengantri. Bedanya The Premiere dengan reguler bisa dilihat di gambar bawah ini. Seat-nya sangat terbatas berjumlah 40 seat dengan formasi (((FORMASI))) 2 - 4 - 2. Jarak antar seat juga lebih lebar dengan depannya. Karena apa? Ternyata kursinya keren, ada sandaran kakinya. Caranya narik sandaran kaki gak usah sok belagu narik secara manual, lagian meskipun terangkat ntar bakal balik lagi ke semula dan habis itu gak usah sok ide bilang ke mbak-mbak pelayannya, "Mbak kok kursinya rusak." Yang ada malah mbak-mbaknya mbatin, "Wah ini masnya dari Sukoharjo pasti." (Padahal itu daerah rumah saya). Saya kasih tau, itu di sampingnya ada tuas. Tau kan tuas? Semacam pesawat sederhana yang diajarin di Fisika waktu SMA. Oh maaf, anak IPS gak ngerti. Intinya, tinggal ditarik udah deh sandaran kakinya terangkat.


Selain itu, karena AC-nya yang luar biasa dingin. Mungkin sedingin sikap mantan yang putusnya nggak baik-baik. The Premiere berbaik hati menyediakan selimut. Kalo bingung selimutnya ada dimana, letaknya di laci samping gak usah teriak-teriak minta ke mbak-mbak pelayannya. Mana selimutnya wangi dan lembut lagi dan masih dibungkus rapi dengan plastik, terlintas ide jahil saya buat ngembat. Duh. Fasilitas yang diberikan The Premiere emang punya standar tinggi, seat-nya empuk dan comfortable. Gak usah kuatir kalo-kalo ada jarum HIV/AIDS yang nempel di busanya. (Lawas!). Dalam 161 menit durasi panjang The Hobbit: The Desolation Smaug yang saya kuatirkan cuman satu, iya, ketiduran! Duh maaf saya norak, tapi emang asoy banget tempatnya. Mungkin kalo saya turah uang, saya pengen jajal sekali lagi di The Premiere bukan buat nonton tapi buat tidur siang. Saya waktu itu kebagian seat A yang paling atas sendiri dan masih mempunyai sudut pandang yang enak. Tapi tetap saja saya tak menyarankan untuk  mengambil seat paling depan atau deretan seat E.

Saya belom paham mengenai spesifikasi lengkap teater The Premiere tapi yang saya perhatikan, layarnya terlihat lebih lebar katimbang teater reguler. Sound-nya menggelegar dan terlihat lebih jelas kedalaman suara yang satu dengan suara lainnya.  Maksudnya gini, waktu nonton The Hobbit kan ceritanya kebanyakan di alam tuh, jadi ketika si Bilbo berdialog dengan para Dwarf, suara burung, gemericik, dan patahan ranting masih terdengar. Entah itu gara-gara filmnya atau teaternya yang jelas perbedaannya terasa banget. Oiya, juga sebenarnya The Hobbit ini oleh Peter Jackson tayang dalam HFR (High Frame Rate) 3D tapi kok di The Premiere tidak disediakan 3D. Entah apa alasannya, tapi rasanya kok sayang gitu. Terlepas dari itu, The Premiere merupakan tempat ibadah baru yang sangat direkomendasikan bagi jamaah pecinta film. Patut dicoba!

P.S : Mbak-mbak yang ngelayanin beli tiketnya cakep. Hehe.


Saat ini The Premiere masih menyediakan special promo price:
Senin s/d Jumat : Rp 50.000,-
Sabtu/Minggu/Hari Libur : Rp 75.000,-

4 comments:

  1. Hawiiinn gayeng banget kamuu.. plus ndligik banget (aku cah ips mudeng len). Keep up a good work :D

    ReplyDelete
  2. Waaa.... Thanks infonya..... Mudik solo langsung capcus ke the premiere (mulai ndeso ndeso ndesooooo)..... Jambi gak ade begene2an.... Hihihihihi.....

    Smoga besok gak kamso yak kalo mau nongolin sandaran kaki dan selimutnya.... :D

    ReplyDelete
  3. saya orang semarang dulu pernah nonton xx1 di solo square pas fast five klo ga salah, saya liat animo orang solo nonton sepi banget ya? pdhal itu pas film ini blum lama kluar lo, atau emang xx1 solo square kalah laku dbanding bioskop mall laen di solo?? sayang sekali di semarang saat ini belum ada, pdhal animo semarang luar biasa klo nonton bioskop, itu film udah keluar sbulan yg lalu masih aja ngantri buat beli tiket, sharusnya the premiere ke semarang jg, pasti untung nya gede dibanding di solo yg relatif sepi penonton dan sudah banyak bioskop di kota solo

    ReplyDelete