November 20, 2013

Gadis Anggun itu Putri Solo

Putri Solo...
Dasare keporonyoto...Pancen pinter Alelewo...Dasar Putri Solo...
Nganggo selendang pelangi...Sumampir ono pundake...
Cunduke kembang melati...Dadi lan pantese...
Mung lakune koyo macan luwe...
Sandal jepit pengangite...Kiyet kiyet suwarane...
kelapkeliplah suwenge...Dasar Putri Solo...

Putri Solo...
Yen ngguyu dekik pipine...ireng manis kulite...
Dasar Putri Solo...

Tembang keroncong diatas terdengar syahdu dinyanyikan pada malam penganugerahan Putra Putri Solo. Saya merasa terhanyut dengan alunannya dan tak bergeming di kursi halaman Balai Kota hingga tembang itu usai. Ya memang, saya begitu menikmati setiap nada dan lirik tembang yang berjudul Putri Solo tersebut. Buat kamu yang mungkin belom mengerti artinya, lirik tersebut menceritakan tentang karakteristik seorang Putri Solo kurang lebih seperti ini. Putri Solo adalah sosok gadis yang cantik nan pintar. Memakai selendang bermotif pelangi yang terpapar di pundaknya. Rambutnya yang disanggul berhiaskan bunga-bunga melati. Jalannya ibarat macan kelaparan, pelan-pelan tapi anggun. Kalo tersenyum, lesung pipinya kelihatan.

Tiba-tiba saya tersentak ketika deretan pasangan pemuda pemudi memasuki panggung megah yang bergemerlapan. Ibarat mimpi yang menjadi kenyataan, saya melihat langsung gambaran yang disenandungkan tembang keroncong barusan. Sosok-sosok calon Putri Solo yang luar biasa cantik. Dan dari sosok-sosok itu ada satu gadis yang bagi saya begitu anggun. Aura-nya itu lho seakan memancarkan sebuah magnet kuat yang memaksa saya untuk tak memalingkan pandangan ke arahnya. Bilang saya berlebihan, tapi kalo ada kesempatan kamu akan saya ajak untuk menyaksikan acara malam penganugerahan Putra Putri Solo yang diselenggarakan setiap tahunnya dan sudah menjadi kalender event dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta tersebut.





















Sebagai sekilas, berdasarkan referensi yang saya baca, Putra Putri Solo sendiri merupakan duta pariwisata Kota Solo yang mempunyai tugas untuk mempromosikan potensi dan objek wisata kota Solo. Jadi generasi muda dilibatkan untuk ikut berpartisipasi melestarikan budaya kota Solo dan memajukan kota Solo di bidang pariwisata, pendidikan, sosial, dan budaya. Memang sudah sepantasnya calon-calon Putri Solo mempunyai daya pikat seperti yang saya katakan tadi. Bahkan tadi baru awalnya saja, setelah memperkenalkan diri, mereka menyajikan tarian daerah dan keahlian mereka bermain gamelan. Beragam gerakan nan luwes yang dipadukan dengan kostum berwarna-warni membuat saya atau mungkin semua penonton sangat terhibur malam itu. Dan jujur saja, mata saya masih terpaku pada gadis anggun tadi.

Segmen terakhir adalah segmen yang paling menegangkan. Karena setiap dari mereka diberikan pertanyaan atau argumen seputar kota Solo atau dan diberikan waktu menjawab selama satu menit. Dari jawabannya saja, masing-masing sudah terlihat bagaimana luasnya pengetahuan mereka tentang kota Solo dan bagaimana cerdasnya mereka menyikapi masalah tentang sebuah studi kasus. Saya terkesima mendengar setiap kalimat jawaban mereka. Saya, yang sudah 20 tahun tumbuh berkembang di kota tercinta ini belom tentu bisa menjawab sebaik mereka. Waktu itu saya langsung merasa iri, cemburu dengan mereka yang bisa berdiri di atas panggung semegah itu. Teringat beberapa waktu sebelumnya saya belom berhasil di test wawancara pemilihan finalist Putra Putri Solo. Ternyata masih banyak kekurangan saya untuk melangkah lebih jauh lagi.























Untuk sekali lagi, saya kembali tersentak karena sebuah suara merdu dari gadis anggun yang membuat saya terpaku tadi. Saya tak menyangka dia melontarkan pendapat sebagus itu dari sebuah argumen yang diberikan oleh juri. Aduh. Entah kenapa saya langsung ingin mendaftar menjadi fans beratnya. Hehe. Setelah segmen terakhir usai, diberikan sebuah hiburan sembari para juri menentukan siapa yang pantas menyandang gelar Putra dan Putri Solo. Dari sekian event-event menarik di kota Solo, malam penganugerahan Putra Putri Solo yang paling saya tunggu. Karena dengan event ini saya menjadi saksi lahirnya generasi muda yang hebat dan masih peduli dengan melestarikan kebudayaan kota Solo. Sekaligus, saya mendapat pengetahuan yang banyak dari mereka yang belom saya ketahui selama saya berpijak di kota kelahiran saya ini.

Akhirnya tiba saatnya pengumuman final Putra dan Putri Solo. Setiap dari mereka tetap tersenyum walau hati mungkin berdegup kencang. Gadis anggun itu, masih sama seperti tadi, memancarkan aura yang begitu khas. Dan pada saat yang hampir bersamaan, kami berdua terkejut. Iya, ketika diumumkan ternyata dia mampu membuktikan kualitas dirinya kepada para juri untuk memakai mahkota Putri Solo. Entah, langsung saja terbesit di pikiran saya andaikan saja pria yang menyandang Putra Solo itu adalah saya. Terbesit juga saya bakal nampak gagah dengan bersanding bersama gadis anggun yang baru saja saya lihat itu. Gadis anggun itu ternyata Putri Solo.


Tulisan di atas saya ikutkan dalam kompetisi tulisan tentang Solo dengan tema event.

<a href="http://kesan.tentangsolo.web.id" title="Kontes Tulisan Tentang Solo"> <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-VWzpZzKVpEk/Umkr4M8R4uI/AAAAAAAACGA/PAWCa7qArj8/w350-h164-no/banner.png" alt="Kontes Tulisan Tentang Solo"> </a>

1 comment: