February 03, 2015

Review - Whiplash (2014)


Sebuah film yang mengangkat musik sebagai elemen utama dalam penyajiannya memang sudah banyak digunakan apalagi dipadukan dengan tema romantis seperti Once, Music and Lyrics, hingga yang paling anyar Begin Again. Tapi pernahkah terbayangkan memadukan musik dengan tema thriller? Yeah, let's make this simpleTrying to make a thriller about jazz is like trying to make a horror with puppies; you are starting with a subject that inspires, in most people, the exact opposite of the emotion you are going for. Yet, Damien Chazelle has done it. Berlatangbelakang seorang yang pernah mengikuti sebuah kelompok musik jazz, Damien Chazelle has made a heart-thumping drama about percussion. Jujur, saya adalah orang yang awam tentang dunia permusikan, apa yang saya ketahui tentang musik adalah bagaimana mereka mengalun begitu indah melalui telinga saya. Saya tak pernah tahu jika di sekolah musik pun seorang siswa bakal 'dihajar' habis-habisan untuk bisa menjadi profesional. Whiplash bercerita mengenai itu.

Siswa tersebut bernama Andrew (Miles Teller) yang bercita-cita menjadi penabuh drum layaknya sang idola, Buddy Rich. Melalui Shaffer, sekolah musik ternama di New York, Andrew bertemu Fletcher (J.K Simmons), seorang konduktor ternama yang membentuk band dengan menerapkan standar yang tinggi. Tanpa diduga, Andrew diterima dalam band tersebut sekaligus mengantarkan dia kepada model pelatihan Fletcher yang bengis. Dibalik kejeniusan Fletcher tentang musik, dia terkenal dengan gaya mendidiknya yang keras dan kejam, dia tak segan-segan melempar barang kepada siswa yang bermain musik tak sesuai standarnya. Bahkan, dia tega untuk menyuruh siswa untuk berlatih berjam-jam tanpa istirahat hanya untuk mendapatkan irama yang dia inginkan. Hal tersebut menjadi sebuah tantangan bagi Andrew yang ingin membuktikan bahwa ia akan menjadi yang terbaik. Sound chessy, right? But I swear, itsn't simple as that.

Sebelumnya saya tak menyangka bahwa film bertemakan musik bisa dikemas sedemikian rupa layaknya Whiplash. Tak hanya unsur musiknya yang sangat kuat dan kental, namun ada unsur thriller yang penuh ketegangan melebur sempurna di dalamnya. Sosok Fletcher berperan besar di sini. Dialah monster pemberi ketegangan tersebut. Bagaimana dia menghabisi siswa-siswanya yang tak sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Bagaimana dia mampu mengaduk-aduk emosi seorang Andrew yang juga berdampak pada penonton. Apalagi, ledakan Fletcher sering muncul dengan intensitas kegilaan yang tak terduga. Performa apik dari seorang Fletcher dibawakan dengan mengagumkan oleh J.K Simmons. Memang pantas Golden Globes mengganjarnya dengan Piala Best Supporting Actor dan tak hanya itu, Oscar juga menempatkannya dalam nominasi dengan kategori yang sama.

Tapi tentu saja ini peran utama film ini masihlah Andrew. Milles Teller juga mampu membawakan peran meyakinkan sebagai siswa yang sedang berjuang memenuhi tuntutan gurunya. Aktingnya yang sangat total mampu membuat penonton merasa simpati sekaligus bersemangat untuk tak sabar melihat akhir perjuangannya. Whiplash berjalan dengan pace yang cepat, setiap menitnya bergulir secara padat dengan kadar ketegangan yang naik turun guna memberi waktu penonton untuk menarik nafas. Memang disamping drama siswa-guru ada sedikit drama tentang kisah romansa Andrew dan Nicole (Melissa Benoist) yang kurang diperlihatkan secara intense dan kurang maksimal jadi hanya terkesan sebagai pelengkap. Terakhir yang perlu digarisbawahi adalah unsur yang penting dalam film bertemakan musik yaitu soundtrack dan scoring di dalamnya, dan ya tentu saja di Whiplash semuanya terdengar sesuai untuk mengiringi setiap adegan yang ada. Whiplash sangat layak untuk disaksikan dan memberikan angin segar terhadap film-film bertemakan musik. You have to watch it!





3 comments: