Mesakke Bangsaku. Ini bukanlah sebuah acara seminar negarawan, atau pidato dari petinggi pemerintah, atau bahkan seminar MLM bukan, sekali lagi bukan. Mesakke Bangsaku adalah stand up comedy spesial dari Pandji Pragiwaksono (@pandji) yang ketiga setelah Bhinneka Tunggal Tawa dan Merdeka Dalam Bercanda. Mesakke Bangsaku diselenggarakan pada tanggal 21 Desember 2013 di Teater Jakarta. Mesakke Bangsaku juga merupakan sebuah tur stand up comedy @pandji di beberapa kota di Indonesia yang mendapat dukungan penuh dari @smartfrenworld , salah satu provider yang memang konsisten dalam mendukung kesenian ini sejak stand up comedy meledak di Indonesia, dan beruntung sekali, sebuah kota kecil dimana saya tinggal yakni Solo juga kebagian jatah. Mesakke Bangsaku Solo sendiri diadakan kemarin Sabtu, tanggal 19 Oktober 2013 di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah. Saya yang gemar sekali menonton acara stand up comedy begitu antusias akan pertunjukkan ini. Apalagi @pandji juga baru pertama kali di Solo menyelenggarakan stand up comedy show. Tentu saja saya akan menyesal jika melewatkan Mesakke Bangsaku Solo.
Showing posts with label Stand Up Comedy. Show all posts
Showing posts with label Stand Up Comedy. Show all posts
October 22, 2013
January 04, 2013
Garing Parah di Akhir Tahun
Hahaha. Gambar diatas ini memang ngeselin banget buat komedian yang sedang melempar joke. Coba bayangin aja lagi semangat buat melucu di depan orang banyak tetapi tiba-tiba dari sudut terdengar *terektek dus* itu rasanya gak enaaak banget. Dan seperti itulah bayangannya ketika saya dan Kobar sedang mendapat job di Hotel Sahid Jaya Solo.
Kami berdua kebagian job untuk mengisi acara yang bernama "Masquerade Party" yaitu acara di ballrom yang difungsikan untuk menghabiskan waktu sembari menunggu pergantian tahun. Line up pertama adalah saya, pesimis memang ketika saya melihat penonton-nya yang kebanyakan orang tua, cina, dan orang kaya. Ketika perform band dan magician sebelum saya penonton tidak ada satupun yang mengapresiasi dengan tepuk tangan. Spontan saya dalam hati ini crowd-nya susah nih. Tapi ya namanya job harus dicoba. Nama saya dipanggil oleh host kemudian saya melontarkan one-liner awal daaaaan hening. FAKKKK!!! One-liner adalah jurus saya untuk membuat suasana cair di awal dan gagal. Satu kalimat, dua kalimat saya lontarkan terus untuk mencoba membuat penonton tertawa entah mereka semua kesurupan atau sedang sakit gigi yang jelas tiada satupun mereka yang merespon dengan tertawa. Saya pikir, apakah komedi ini terlalu rendah kasta-nya di hadapan orang-orang kaya. Padahal bit-bit ini sama seperti yang saya lontarkan ketika Guyon Ngadeg yang begitu pecah. Fakta membuktikan, beda penonton beda suasana. Ingin rasanya melemparkan mic ke muka mereka semua, ingin rasanya saya yang membayar mereka untuk tertawa, ingin rasanyaa aaaah.
Sepuluh menit berlalu begitu lama ketika garing yak :|
Akhirnya selepas saya mengucapkan bit-bit terakhir dalam set yang saya susun. Saya bisa bernapas lega. Saya ingin cepat pergi dari panggung yang menyeramkan tersebut dan tenggelam ke dalam tembok. Ya, tenggelam ke dalam tembok. Malu memang kepada pihak hotel yang terlalu mempercayakan hiburan kepada kami tapi kami gagal membuat penonton tertawa. Kobar pun pesimis melihat saya perform, dan memang bit-bit dia tidak ada juga yang masuk. Kami berdua garing parah waktu itu. Garing parah di akhir tahun. Menutup tahun dengan garing. Tapi setidaknya, satu hal yang dapat saya ambil ketika perform kemarin. Ketika tidak ada satupun penonton yang tertawa, mental saya masih bisa dikendalikan beda dengan dulu yang kemudian saya blank di atas panggung. Ya, semua adalah pembelajaran.
January 03, 2013
Guyon Ngadeg Show
"Sebagai orang Solo saya bangga sekali dengan Pak Jokowi karena bisa menjadi Gubernur Jakarta. Mungkin di Jakarta beliau akan bikin girlband baru ya. Namanya JKW48!"
Sedikit cuplikan bit yang saya lontarkan ketika acara "Guyon Ngadeg". Setelah saya sukses menjadi pembuka acara OWAH - Separuh Afu dengan Stand Up Comedy, pihak event organizer tertarik untuk membuat show Stand Up Comedy versi SOLO. Saya dan dua orang temen saya sesama komunitas Stand Up Comedy SOLO yaitu Kobar dan Bryan diundang untuk mengisi acara tersebut. Sebenarnya acara ini diselenggerakan tanggal 26 Desember 2012 tapi maaf saya baru sempet menuliskan sekarang karena sibuk memfolbek orang-orang yang minta folbek. Oke abaikan.
Tantangan di Guyon Ngadeg ini adalah penontonnya yang random. Iya, random. Jadi dari semua kalangan anak-anak, ibu-ibu, kakek-kakek, sepasang pacaran dan tidak bisa diprediksikan bit-bit apa yang kira-kira masuk. Penontonnya aja lesehan, dan bahkan jalanan sampai ditutup karena membludak-nya penonton. Memang acara ini gratis maka daya tarik orang juga banyak sekaliiii. Dan juga karena banyak sponsor jadi terlihat megah.
Acara dibuka dengan penampilan Ekowi. Komedian Solo dengan impersonate Pak Jokowi. Dan alhasil sangat pecah, lucu sekali memang. Dia memperagakan Pak Jokowi yang sedang pidato ditambah mukanya juga mirip Pak Jokowi. Fakkk!! Ngocol parah. Kemudian acara berlanjut ke penampilan band OWAH dan saya. Iya, saya yang pertama membuka acara itu dengan Stand Up Comedy. Saya sudah tidak merasa lagi begitu nervous karena untung saja oneliner awal saya pecah. Saya mulai pede melontarkan bit-bit yang alhamdulilah pecah, pecah, dan pecah. Hingga ketika ada heckler (orang yang mengganggu Stand Up Comedian dengan melontarkan kata-kata) yang meng-heckling saya. Dia berkata "Ah tenane." disitulah saya mulai gugup. Saya adalah tipe Stand Up Comedian yang tidak bisa mengatasi heckler. Saya coba paksakan untuk menanggapi heckler tadi tetapi tidak membuat pecah. Akhirnya saya merasa ah bodo amat kemudian saya melanjutkan bit-bit saya yang tersisa. Dan alhamdulilah set saya selesai. Tetapi akhirnya saya dibilangin oleh pihak EO karena materi saya yang terlalu saru. Ya bisa menjadi masukan bagi saya. Kemudian eksekusi dari Bryan dan Kobar juga berhasil. Dan yang bikin saya kesel adalah ketika mereka berdua tampil tidak ada sedikitpun yang di-heckler. Faaaaak!! Apa salah saya ya Tuhannn!!
Setelah kami bertiga dari komunitas. Akhirnya satu-persatu personil dari Pecas Ndahe mulai memasuki panggung dengan berbagai macam joke yang (memang) lokal tetapi justru disitulah letak kelucuannya. Saya sangat menikmati acara ini. Sungguh merupakan hiburan di kala penat. Apalagi saya bisa sepanggung dengan komedian-komedian terkenal Solo. Kebanggaan tersendiri bagi saya yang bahkan sebelumnya saya belum pernah melihat mereka tampil sama sekali.
Setelah acara ditutup oleh duo Mamank Tse dan Kocrit dengan adu tebakan. "Mas, ombenan opo sing anget, enak, tapi haram tur dudu ciu lho?" | "Mmmm aku pas mas." | "Wedang jahe mas tur nyolong." Serentak seluruh penonton tertawa pada malam itu. Saya memberikan oustanding bagi acara ini. Sungguh, ternyata Solo juga merupakan kota komedi. Kemana saja saya selama ini.
Terus berkarya komedian-komedian Solo.
Penonton yang menyaksikan pada malam itu.
November 30, 2012
Stand Up di OWAH - Separuh Afu
"Ngepet. Si @hawinhawhaw barusan pecaaaaaaah. Congrats, mate! 8D" - @barcelonabryan
"Congrats to @hawinhawhaw di acara Separuh Afu gileee ngekill di ribuan orang" - @derrypoerba
"Gara td mlm liat #OWAHSEPARUHAFU dengerin comedinya mas@hawinhawhaw sampe sekarang kata #Anakgauldesa masih terngiang ditelinga ini :D" - @coboy19
Sedikit tweet tweet yang udah menonton perform saya di acara "OWAH - Separuh Afu". Jadi, acara tersebut adalah acara musik humor yang memplesetkan band NOAH. Setelah sukses dari acaranya yang pertama yaitu Mamah Ati (plesetan dari acara pertunjukkan kolosal Matah Ati), Pecas Ndahe kembali tampil dalam pertunjukkan ini. Acara ini dimeriahkan oleh komedian-komedian Solo terkenal seperti Trio Terawank (Tera Sudiro, Wawin Lawra, dan Mamank), Sruti Respati, Widi Kocrit dan sebagainya.
Awalnya Mas Lutfi Mongol (Penyelenggara Acara Tersebut) melihat penampilan saya ketika Stand Up Nite. Kemudian saya diajak bergabung sebagai opening acara ini. Saya hanya menyetujui saja tanpa tahu asal usul acara ini. Mendekati hari H, saya baru sadar acara ini bakal didatangi oleh banyak orang dari kalangan manapun. Deg-deg, saya mulai berpikir ada sesuatu yang bakal saya lewatkan. Mana awalnya saya juga hanya diberitahu melalui BBM tanpa dibriefing, tanpa gladi resik, dan tanpa ikut persiapan awal. Saya hanya disuruh datang ketika hari H.
Saya mulai berpikir, acara ini adalah acara lawak-lawak seperti OVJ dan sepertinya bakal sulit untuk stand up comedy. Dimana mayoritas penonton lebih menyukai tertawa ala humor lokal dan bahasa daerah. Wah kenapa saya tidak berpikir dari dulu ya. Akhirnya berbekal combud dengan temen sesama komika saya yaitu Derry Poerba saya berani untuk mencoba ketika awalnya saya sudah memikirkan rencana jahat seperti SMS Mas Lutfi,"Mas besok keluarga saya di Malang ada acara dan saya sekeluarga harus kesana. Jadi maaf banget mas saya gak bisa datang."
Tiba hari H, saya datang dengan Derry melewati panggung acara daaaann banyaaak sekali penontonnya wooooo. Sekitar 1800an penonton yang dateng. WHAT THE FUCK!! Rekor penonton terbanyak saya ketika Stand Up Comedy, Kata Derry,"Wah nek iki sainganmu Raditya Dika ki le." Pernyataan tersebut semakin membuat saya deg-deg seer dimana kalo ngebomb bakal ngebomb bangettt. Tapi yang namanya mencoba profesional harus dijalanin. Saya menunggu disamping panggung sambil melihat Duo MC yang luar biasa lucu. Saya mendengar tertawa SERIBU DELAPAN RATUS PENONTON membahana badai cetar ndasmu di dalam GOR Manahan. Dan itu hanya dibuat oleh MC-nya saja. Tantangan berat bagi saya untuk lebih lucu dari MC.
Ketika nama saya dipanggil, saya maju ke panggung, DAN BRUUUM. Sudut pandang dari panggung ke penonton tidak kelihatan sama sekali. Panggung menggunakan Spot Light. Ini seperti STAND UP SPECIAL!!! Dan suara yang terdengar hanya suara saya saja. Mulai pelan-pelan saya melontarkan bit-bit. Saya akui bit-bit awal saya LPM (Laugh Per Minute)-nya rendah. Ketika masuk bit ANAK GAUL DESA mulai terdengar tawa penonton. Saya mulai rileks dan berusaha tetap tenang sambil melontarkan bit-bit saya hingga selesai dan alhamdulilah LPM mulai meningkat. Bit terakhir saya (Masih dalam ANAK GAUL DESA) sudah selesai saya lontarkan dan ditutup "Nama saya Hawin. Terima Kasih." Serentak Seribu Delapan Ratus. 1800. Eighteen and Double Oh. Sewu wolong atus penonton tepuk tangan bagi saya. KEPUASAN YANG AMAT SANGAT BAGI SAYA. Terakhir Derry bilang,"Le aku baru kali ini lihat seribu delapan ratus penonton ketawa bareng."
Saya, Hawin Widyo Hutomo, Mahasiswa Semester 5 Jurusan Teknik Sipil UNS sangat bangga bisa menjadi bagian sejarah komedi Jawa seperti ini.
October 17, 2012
Kepuasan
Minggu, 14 Oktober 2012.
Hari besar yang kami tunggu. Sebuah acara perayaan hari jadi kami, komunitas Stand Up Comedy SOLO yang pertama. Selama kurang lebih sebulan, team-team bekerja keras demi perayaan acara ini. Terlebih saya yang dipercaya menjadi pembuka acara ini. Perjuangan yang berat untuk bisa menjadi komika yang tampil dalam acara Stand Up Nite.
Teringat setahun yang lalu, saya tampil pertama kali dengan penuh rasa debar. Hanya mengandalkan kepercayaan diri dan materi yang saya tulis acak, saya open mic di Coffe Corner 42. Sedikit yang tertawa memang, namun saya tahu disitulah awal perjuangan saya. Minggu-minggu berikutnya saya mencoba untuk menulis kembali bit-bit untuk ditampilkan dalam open mic. Beberapa kali saya tampil dalam open mic, memang tidak semuanya sukses namun saya tergoda rasa penasaran (atau mungkin ketagihan) untuk selalu tampil tampil dan tampil lagi dalam open mic. Sempet saya terpanggil beberapa kali untuk tampil dalam acara-acara tertentu. Meskipun saya sempat kalah dalam acara kompetisi Stand Up Comedy. Ya begitulah setahun yang saya alami bersama Stand Up SOLO. Saya mempunyai banyak pengalaman, saya bisa mengasah kemampuan public speaking, saya latihan untuk tidak gugup di depan orang banyak, daaaan masih banyak lagi.
Dan tiba tepat setahun hari yang ditunggu-tunggu. Dengan beberapa kali pengalaman yang saya dapatkan, saya tampil sebagai komika pembuka Stand Up Nite di depan macam-macam orang. Ada komisaris polisi, ada general manager hotel, ada perwakilan dinas pariwisata, dan kebanyakan memang dari kalangan mahasiswa. Untuk pertama kalinya saya merasa sangat nyaman di depan panggung. Rasa grogi saya hilang entah kemana. Dengan berurutan dan tertata rapi saya melantunkan bit-bit andalan. Dari ujung kanan hingga ujung kiri pelan-pelan suara tertawa mulai terdengar, terdengar, dan semakin terdengar lebih keras. Wow! Bahkan saya sempat tertawa sendiri di atas panggung. Saya tahu, ada sesuatu dalam diri saya yang tidak bisa terkatakan. Benar, namanya kepuasan.
May 02, 2012
Merem Melek Tour SOLO
Jadi Merem Melek Tour adalah Stand Up Comedy Tour pertama di Indonesia dan juga kebetulan Stand Up Show Pertama di kota Solo. Di kota Solo diselenggarakan hari Minggu, 29 April 2012. Sungguh saya akan sangat menyesal sekali jika saya melewatkan acara ini. Disamping melepas penat diantara banyak tugas yang bertumpuk sekaligus bisa menjadi saksi sejarah Stand Up Comedy Tour pertama di Indonesia. Lagian ya kalo saya boleh bilang. Kalian-kalian yang sering lihat acara Stand Up Comedy di televisi itu sangat berbeda sekali jika kalian melihat secara langsung (off air). Secara langsung tidak ada kalimat yang disensor, yaiyalah gimana mau nyensornya coba. Dan ada kenikmatan tersendiri pokoknya. Nah saya akan memperkenalkan siapa-siapa aja nih yang tampil di Merem Melek Tour edisi Solo.
1. @derrypoerba

Comic lokal dari @StandUpSOLO yang berasal dari Medan. Ya memang secara luar dia orang batak yg keras. Materi yg dibawakan selalu hadir dalam rasa Batak. Bercerita tentang pengalaman dia sebagai orang Batak. yah begitulah pokoknya orang Batak. HIDUP ORANG BATAK!!
2. @asepsuaji
Host tetap dari acara Galau Nite di Metro TV. Seseorang yang mirip dengan Chris Jon dan belum menemukan jodohnya sampai sekarang. Ya Asep Suaji selalu bercerita tentang kegalauannya. Ahli dalam bermain Rule of Three.
3. @hernawanyoga
Ini juga merupakan comic lokal dari @StandUpSOLO. Dia dari Bekasi. Materi kemaren dia bercerita tentang uniknya suatu permasalahan dilihat dari sudut pandangnya. Ya pokoknya gitu deh. Pokoknya dia lucu.
4. @GePamungkas
Woooooo!! Namanya bahkan belom dikenal di Kota Solo tetapi karena penampilannya yang sangat mengagumkan kemaren dia berhasil mendapat standing applaus yang meriah. Dia satu-satunya Stand Up Comedian yang ahli dalam bermain wajah. Gila aja setiap materi yang dikemasnya selalu mendapatkan hasil yang berbeda ketika mimik wajahnya dimainkan. Genrifinadi merupakan salah satu finalis Stand Up Kompas TV season 2. Tak heran memang.
5. @ernestprakasa
Sang headliner dari acara Merem Melek Tour. Dia perform selama satu jam. Ernest Prakasa seorang Stand Up Comedian yang juga tiga besar Stand Up Kompas TV season 1. Dia berasal dari Cina (Kelihatannya sih begitu). Materi yang dibawakan mulai dari seputar Cina sampai hal-hal unik tentang 'biji' pria dan pesawat. Penutup yang spektakuler oleh sang Headliner.
Pokoknya keren deh. Semua comic yang tampil malam itu melakukannya dengan maksimal. Sungguh tidak ada perasaan menyesal pun mengeluarkan uang sebesar 40ribu untuk melihat pertunjukkan keren ini. Saya sudah tidak sabar untuk melihat Show Stand Up semacam ini lagi. :))
April 07, 2012
Open Mic Salatiga
Tanggal 25 Maret. kami anak-anak Stand Up SOLO diundang di acara ulang tahunnya kafe tempat open mic Salatiga. Dan tentu saja kami juga dipersilahkan untuk open mic. Saya membawakan materi tentang Anak Gaul Desa.
April 01, 2012
Bukan Suatu Kegagalan
Tanggal 31 Maret saya bersama 2 comic Solo ber stand up comedy sebagai opening SM*SH di GOR Bhinneka. Sebenarnya entah cocok atau tidak seorang stand up comedian tampil dicampur dengan acara lain seperti konser boyband ini. Tapi kami memang belum berpengalaman, jadi kami coba dulu saja. Opening Stand Up Comedy ini menampilkan 3 comic. Saya berada di Urutan kedua. Comic pertama ketika maju ya bukannya ngebomb tapi memang yang ketawa itu sangaat sedikit dan jaraknya jauh dari panggung utama jadi gak kedengaran. Oke mungkin pikir saya mereka hanya menyesuaikan atmosfir. Giliran saya maju ke depan, saya langsung full total menyampaikan materi saya dan memang entah mereka semua lagi sakit gigi semua atau gimana, yang ketawa pun bahkan sedikit sekali. Padahal materi ini sudah saya bawakan di open mic #JumatKumat dan cukup menghibur. Oiya penontonnya kebanyakan memang masih anak-anak. Jadi mungkin selera humornya belom masuk.
Ya ini salah satu pengalaman kami untuk belajar lebih banyak lagi. Tidak ada yang perlu dipersalahkan. Bagi saya ini adalah pengalaman yang benar-benar menyenangkan. Ini bukan suatu kegagalan.
March 20, 2012
Keharaman Saya bagi Stand Up Comedy
Emang ada hubungannya dengan babi? Emang mengandung alkohol diatas 15%? Saya jawab tidak. Oke.
Yang saya maksud haram disini adalah sesuatu hal yang sebisa mungkin akan saya hindari dalam ber-Stand Up Comedy. Jadi bukan saya Stand Up Comedy membawa babi atau alkohol. Bukan gitu.
1. Meminta Tepuk Tangan
Memang, meminta tepuk tangan adalah salah satu taktik bagi comic untuk meningkatkan kepercayadiriannya. Tapi bagi saya meminta tepuk tangan di 3 menit pertama perform di atas panggung adalah haram. Buat saya pada menit itu kewajiban kita sebagai comic untuk membuat suasana penonton cair belom terpenuhi, istilahnya belom nothing to lose ketawanya. Dan ini merupakan tantangan sendiri bagi saya ketika tidak ada materi yang nge kill akan membantu saya untuk semakin mempelajari apa yang kurang dalam penampilan saya itu. Buat saya penonton mengerti dan bisa mengambil pelajaran dari materi saya itu sudah cukup dan tepuk tangan keras dari penonton itu adalah bonus.
2. Bilang,"Waduh maaf saya lupa materi."
Saya pernah mengalaminya dan itu membuat kita mati mikir di atas panggung. Penonton berharap menikmati materi yang akan dibawakan eh ternyata kita malah bilang materinya kelupaan. Jadi yah untuk solusinya sih kalo mengalami tiba-tiba lupa materi langsung saja kita belokkan ke hal yang lucu misalnya "Aduh ini penonton yang di depan mukanya kayak pecahan tembikar nih jadi lupa nih materi." Itu akan mencairkan suasana dan membuat penonton tidak ilfil.
3. Bilang,"Maaf ya kalo ada yang . . ."
Misalnya gini kalo ada materi yang membahas tentang DPR dan materi kita mengarah ke hal-hal yang menjelekkan DPR. Saya haram hukumnya bilang ke penonton,"Maaf ya kalo ada di sini yang anaknya DPR." Karena bagi saya itu panggung saya dan saya adalah raja di panggung itu. Dan lingkup ini adalah Stand Up Comedy yang mempunyai slogan "Orang Sensi Dilarang Masuk" Jadi mau tidak mau di dalam lingkup itu kita harus menerima kenyataan apa yang diomongkan oleh seorang comic meskipun itu pahit. Dan kalo boleh jujur comic itu tidak asal ngomong begitu saja pasti disertai alasan-alasan yang logis.
4. Bilang,"Maaf ya kalo saya tidak lucu."
Kalimat ini adalah haram seharam-haramnya dalam Stand Up Comedy. Banyak orang akan berpikir "Lah buat apa kamu tampil kalo gag lucu." Itu akan menurunkan semangat penonton berlipat-lipat untuk melihat penampilan kita. Jadi kalo memang materi belom kuat jangan pernah bilang kalimat terlarang itu. Sudah hajar saja yang penting kita berani dan masalah lucu atau tidak, bisa dijadikan pembelajaran besoknya.
5. Memakai Sandal

Dalam ber-Stand Up Comedy, kita butuh banget yang namanya perhatian dari penonton. Nah andaikan kita memakai sandal, bagaimana penonton bisa menghargai kita kalau kita tidak bisa menghragai diri sendiri. Jadi biar enak dipandang meskipun ini bukan acara yang formal serius tetapi penonton menghargai kita dengan melihat bagaimana cara kita berpakaian.
4. Bilang,"Maaf ya kalo saya tidak lucu."
Kalimat ini adalah haram seharam-haramnya dalam Stand Up Comedy. Banyak orang akan berpikir "Lah buat apa kamu tampil kalo gag lucu." Itu akan menurunkan semangat penonton berlipat-lipat untuk melihat penampilan kita. Jadi kalo memang materi belom kuat jangan pernah bilang kalimat terlarang itu. Sudah hajar saja yang penting kita berani dan masalah lucu atau tidak, bisa dijadikan pembelajaran besoknya.
5. Memakai Sandal

Dalam ber-Stand Up Comedy, kita butuh banget yang namanya perhatian dari penonton. Nah andaikan kita memakai sandal, bagaimana penonton bisa menghargai kita kalau kita tidak bisa menghragai diri sendiri. Jadi biar enak dipandang meskipun ini bukan acara yang formal serius tetapi penonton menghargai kita dengan melihat bagaimana cara kita berpakaian.
March 06, 2012
Audisi Stand Up Kompas TV
Jumat tanggal 2 Maret kemaren adalah hari yang ditunggu comic-comic seJawa. Karena karena karena ada audisi comic di Kompas TV. Jadi yang belom tahu Kompas TV dan saya maklum karena di daerah saya tinggal yaitu sebut saja ehmmm eh apa ya namanya eehmm oiya Sukoharjo belom terdapat saluran Kompas TV jadi wajar kalo belom pada tahu ya. Intinya kayak Indonesian Idol gitu, bedanya kalo Indonesian Idol nyanyi kalo ini mah ngemic. Audisi ini bertempat di Jogja dan itu satu-satunya kota di Jawa Tengah yang menyelenggarakannya. Makanya komunitas-komunitas Stand Up Comedy di kota lain sebut saja Purwokerto, Solo, Semarang pada berbondong-bondong untuk kesini.
Nah audisi dimulai jam 8 pagi dan lumayan banyak orang yang daftar, kira-kira ada 100an orang. Semuanya dikasih tiket dan nomer urut peserta.
Waktu itu dapet antrian ke 63 jadi bisa sedikit woles lah sambil nunggu-nunggu gitu. Nah berhubung masih lama juga ni antriannya, kita orang sharing-sharing dulu sama artis-artis Stand Up Comedy.
Ini foto bareng Akbar. Dia comic asli Surabaya dan runner up Stand Up Comedy Indonesia.
Ini waktu sama Bang Luqman. Sebelumnya dia udah jadi comic terkenal sering muncul di TV tapi dia tetep ikutan audisi ini dan tidak mengherankan dia dapet Golden Ticket.
Ini waktu sama Kang Isman. Dia juga sama kayak Bang Luqman, dan Golden Ticket sudah didapat di tangannya.
Yah waktu demi waktu pun berlalu. Saya bercanda ria dengan anak-anak dari komunitas kota lain, itu merupakan salah satu keuntungan audisi ini bisa berbagi ilmu. Dan saya baru sadar dunia ini penuh orang lucu. Akhirnya pun tiba untuk saya audisi. Di depan Om Indro Warkop saya menuturkan materi-materi saya dan terlihat hanya senyum kecil di bibir doi. Duh nervous langsung menghampiri saya dan saya menjadi tergagap dalam menyampaikan materi. Yah seperti yang saya duga sebelumnya bahwa saya tidak akan mendapat golden ticket. Pukulan keras bagi kami memang, karena dari Solo tidak ada satupun yang mendapat golden ticket. Tapi kami mendapat banyaaaaaaaaak sekali pelajaran dalam hal ini. Kami tidak pulang membawa tangan kosong, kami pulang dengan membawa banyak pengalaman untuk dibagi. Ya, saya Hawin. Perjuangan saya untuk menjadi stand up comedian tidak akan terhenti sampai disini. Saya akan berhenti untuk menjadi stand up comedian ketika tidak ada lagi keresahan dalam diri saya. Yeahhhh !!!
February 25, 2012
Open Mic #JumatKumat 19
Hari Jumat tanggal 24 Februari kemaren. Saya mencoba untuk open mic lagi yang keberapa saya lupa dan saya mencoba materi-materi baru. Saya memang sering membawakan materi yang berbau agama, tapi ada beberapa materi di open mic ini yang tiba-tiba spontan saya keluarkan tapi bukan "uhuyyyy". kalo itu mah komeng (.____.)
Yak, silahkan dilihat open mic saya. Woles aja yaa lihatnyaa :)
February 14, 2012
Stand Up Comedy PURWOKERTO
Sabtu kemaren tanggal 11 Februari saya bersama teman-teman @StandUpSOLO yaitu Derry, Wawan, Bona dan Selpa menuju ke Purwokerto. Bukan tujuan kami liburan, bukan juga mencari kimcil, oke? Karena kimcil itu bukan dicari tapi disewa *eh. Tapi lupakan, kami datang ke Purwokerto karena diundang oleh @StandUpPWT , itung-itung juga mencari pengalaman karena sebelumnya saya belom pernah ke Purwokerto *ehemm.
Setelah kira-kira enam jam perjalanan dari Stasiun Purwosari, akhirnya nyampe juga di Purwokerto. Asik gila bor ni orang, tiba-tiba aja udah dijemput anak-anak dari @StandUpPWT. Gag cuman itu juga kita diajak muter-muter Purwokerto. Gag woles banget nih, belom mandi baru nyampe hotel ngeletakin barang-barang kita diajak ke Blasta Cafe yaitu tempat kita open mic besoknya, yah lumayanlah tempatnya mana harganya MURAH BANGETTT !!! Di Solo gag ada Cafe semurah itu, dan makanannya juga enak-enak bor. Setelah itu cuus lagi ke CHEERS , tempat pertama mereka ngadain Stand Up Nite 1. Setelah tiba, saya terkejut karena tempat mereka ngadain Stand Up Nite 1 adalah tempat jedug-jedug alias tempat buat orang ntapke ndase ning tembok, eh salah maksudnya tempat dugem. Oke, kali ini SOLO kalah. Boro-boro dapet tempat dugem, tempat cafe yang murah dan strategis aja gag ada uang mo nawarin T.T Setelah itu iseng-iseng nih saya tanya ke temen Purwokerto,"Mas, di Purwokerto tempat kayak RRI namanya apa ya?". Dijawab oleh salah satu dari mereka,"Namanya Rajawali, mau dianterin kesana?" Dan karena naluri saya sebagai cowo otomatis saya menjawab ya tanpa berpikir panjang bor, langsung deh cus ke tempat yang bernama Rajawali. Tapi eh tapi, saya baru sadar kenapa Rajawali namanya karena ketika disana saya memang melihat wanita, tetapi setelah dibuka bawahannya memang Rajawali yang keluar bukan burung emprit lagi. Yeaaah It's True!!! Itu tempatnya banci-banci yang mangkal. FAK MENNN!!! Saya ditipu mentah-mentah sumpah, mana Pakde katanya mo bayarin lagi. Sumpah amit-amit deh, saya gag mau pulang-pulang nanti kena RAJASINGA.
Oke hari berikutnya berjalan seperti biasa sampe kita bersemayam eh singgah di rumah Pakde. Waktu itu keadaan Bona sedang sekarat, dia demam abiss. Tapi yah akhirnya dia bisa cukup istirahat dirumah Pakde, gag lucu banget donk kalo dia tiba-tiba pingsan. Siapa yang mau nggendong orang yang seberat 150kg coba. Kita menghabiskan waktu bermain UNO. Waktu itu Pakde belomtahu tata cara permainannya sampe kita ajarin, dan memang asik seasik-asiknya karena kita orang bisa ngibulin Pakde. Hehehe, piss banget ya Pakde :p
Daaaannn malam tiba, saatnya berangkat menuju Blasta Cafe. Kita orang mah udah sering open mic tapi tetep aja ngerasa nervous kalo ke tempat-tempat baru. Tapi okelah, kita bisa ngatasin ini. jadi malem itu ada 8 comic Purwokerto dan 4 comic dari Solo. Derry, Selpa, Saya, dan Wawan.




Waktu itu juga ada acara launching @StandUpUMP jadi acaranya seru banget. Comic-comic Purwokerto semuanya keren-keren. Ada salah satu comic yang paling gokil menurut saya adalah Greg yang sekaligus mengungkapkan puisi buatannya. Trus juga ada comic yang masih SMP. Ada juga comic yang menggunakan gitar. Dan open mic terakhir ditutup oleh Wawan dengan spesialis cintanya.
Untuk keseluruhan acara, memang sudah cukup bagus dan meriah. Tim comic-comic Purwokerto saya salut mereka sangat kompak apalagi yang dateng waktu itu sekitaran 20 orang mana katanya ada yang belom dateng lagi, ini suatu hal dari Stand Up SOLO yang gag punya. Dan saya merasa penontonnya belum bisa sepenuhnya tertawa, tapi saya teringat kata Ernest Prakasa. Semua itu dikembalikan kepada individu apakah ada yang kurang dalam diri saya yang membuat penonton masih kurang begitu meriah, mungkin terletak pada pembawaan saya, tapi saya tetap banyak belajar karena berbeda venue, berbeda juga feel yang kita rasakan.
Thank you so much for @StandUpPWT, @StandUpUNSOED, @StandUpUMP :D
Kalian semua asik gilakkk. SALAM RAJAWALI !!!
Setelah kira-kira enam jam perjalanan dari Stasiun Purwosari, akhirnya nyampe juga di Purwokerto. Asik gila bor ni orang, tiba-tiba aja udah dijemput anak-anak dari @StandUpPWT. Gag cuman itu juga kita diajak muter-muter Purwokerto. Gag woles banget nih, belom mandi baru nyampe hotel ngeletakin barang-barang kita diajak ke Blasta Cafe yaitu tempat kita open mic besoknya, yah lumayanlah tempatnya mana harganya MURAH BANGETTT !!! Di Solo gag ada Cafe semurah itu, dan makanannya juga enak-enak bor. Setelah itu cuus lagi ke CHEERS , tempat pertama mereka ngadain Stand Up Nite 1. Setelah tiba, saya terkejut karena tempat mereka ngadain Stand Up Nite 1 adalah tempat jedug-jedug alias tempat buat orang ntapke ndase ning tembok, eh salah maksudnya tempat dugem. Oke, kali ini SOLO kalah. Boro-boro dapet tempat dugem, tempat cafe yang murah dan strategis aja gag ada uang mo nawarin T.T Setelah itu iseng-iseng nih saya tanya ke temen Purwokerto,"Mas, di Purwokerto tempat kayak RRI namanya apa ya?". Dijawab oleh salah satu dari mereka,"Namanya Rajawali, mau dianterin kesana?" Dan karena naluri saya sebagai cowo otomatis saya menjawab ya tanpa berpikir panjang bor, langsung deh cus ke tempat yang bernama Rajawali. Tapi eh tapi, saya baru sadar kenapa Rajawali namanya karena ketika disana saya memang melihat wanita, tetapi setelah dibuka bawahannya memang Rajawali yang keluar bukan burung emprit lagi. Yeaaah It's True!!! Itu tempatnya banci-banci yang mangkal. FAK MENNN!!! Saya ditipu mentah-mentah sumpah, mana Pakde katanya mo bayarin lagi. Sumpah amit-amit deh, saya gag mau pulang-pulang nanti kena RAJASINGA.
Oke hari berikutnya berjalan seperti biasa sampe kita bersemayam eh singgah di rumah Pakde. Waktu itu keadaan Bona sedang sekarat, dia demam abiss. Tapi yah akhirnya dia bisa cukup istirahat dirumah Pakde, gag lucu banget donk kalo dia tiba-tiba pingsan. Siapa yang mau nggendong orang yang seberat 150kg coba. Kita menghabiskan waktu bermain UNO. Waktu itu Pakde belomtahu tata cara permainannya sampe kita ajarin, dan memang asik seasik-asiknya karena kita orang bisa ngibulin Pakde. Hehehe, piss banget ya Pakde :p
Daaaannn malam tiba, saatnya berangkat menuju Blasta Cafe. Kita orang mah udah sering open mic tapi tetep aja ngerasa nervous kalo ke tempat-tempat baru. Tapi okelah, kita bisa ngatasin ini. jadi malem itu ada 8 comic Purwokerto dan 4 comic dari Solo. Derry, Selpa, Saya, dan Wawan.
Waktu itu juga ada acara launching @StandUpUMP jadi acaranya seru banget. Comic-comic Purwokerto semuanya keren-keren. Ada salah satu comic yang paling gokil menurut saya adalah Greg yang sekaligus mengungkapkan puisi buatannya. Trus juga ada comic yang masih SMP. Ada juga comic yang menggunakan gitar. Dan open mic terakhir ditutup oleh Wawan dengan spesialis cintanya.
Untuk keseluruhan acara, memang sudah cukup bagus dan meriah. Tim comic-comic Purwokerto saya salut mereka sangat kompak apalagi yang dateng waktu itu sekitaran 20 orang mana katanya ada yang belom dateng lagi, ini suatu hal dari Stand Up SOLO yang gag punya. Dan saya merasa penontonnya belum bisa sepenuhnya tertawa, tapi saya teringat kata Ernest Prakasa. Semua itu dikembalikan kepada individu apakah ada yang kurang dalam diri saya yang membuat penonton masih kurang begitu meriah, mungkin terletak pada pembawaan saya, tapi saya tetap banyak belajar karena berbeda venue, berbeda juga feel yang kita rasakan.
Thank you so much for @StandUpPWT, @StandUpUNSOED, @StandUpUMP :D
Kalian semua asik gilakkk. SALAM RAJAWALI !!!
February 09, 2012
Gojekan
Oke, jadi buat kalian yang belom ngerti gojekan itu apa, saya akan sedikit menjelaskan disini. Padahal saya yakin kalian bisa mencari sendiri di google (seperti yang dilakukan manusia ketika menemukan kata-kata asing -,-"). Gojekan itu berasal dari Bahasa Jawa yang artinya becandaan. Jadi ketika ada beberapa orang ngumpul terus ngobrol-ngobrol asik dan seru pasti tidak lepas dari yang namanya gojekan. Gojekan itu bisa membuat beberapa orang yang belum kenal bisa menjadi akrab, akrab saja loh bukan berarti langsung pacaran (#modus). Gojekan juga bisa mencairkan suasana yang tegang agar tidak selalu tegang (lah terus?).
Nah menurut saya ada beberapa gojekan yang menurut saya sudah tidak perlu lagi dalam umur saya yang mulai dewasa ini (baca=20 tahun).
1. Gojekan Pacokan, ini bukan semacam kue Pacok ataupun aktivitas mempacok, eh maksudnya membacok kali ya. Jadi gojekan yang saya maksud disini adalah becandaan yang menjodoh-jodohkan orang satu dengan orang yang lain tanpa dasar-dasar tertentu. Misalnya saja, si Budi cuman pinjem buku si Ani terus si Joko sedang melihat mereka kemudian si Joko membocor-bocorkan ke temen-temen lain. Jadi ketika si Budi asik nongkrong dengan temen-temen, yang dibahas isinya cuman mencieeee-cieeeekan si Budi dengan Ani. Yah saya pribadi sih tidak bisa menikmati gojekan seperti itu karena itu hanya akan membuat si korban (baca=Budi) merasa tersudut. Dan kita yang tidak mengerti apa-apa hanya berdasarkan cerita si tumbak cucukan (baca=Joko) cuman bisa ikut-ikutan tertawa tanpa tahu kepastian yang terjadi. Dan menurut saya itu tidak asyik sekali, coba deh pikir umur udah 20 tahun tapi masih saja gojekan seperti anak-anak SD, bukankah seharusnya kita sudah melewati masa itu, bukan ?
2. Gojekan Sepihak, macam gojekan seperti ini melibatkan beberapa orang. Misalnya saja ya ada 9 orang sedang berkumpul, kemudian dua orang dari mereka tiba-tiba tertawa tanpa sebab. Hal seperti itu akan membuat 7 orang lainnya merasa tidak ngerti karena mereka tertawa hanya untuk mereka yang tahu. Gojekan macam ini akan membuat mereka yang tidak tahu merasa tersingkirkan dan tidak nyaman berada dalam perkumpulan itu. Jujur saya pribadi lebih asyik jika dalam perkumpulan membicarakan hal-hal lucu yang umum agar semua orang yang berada dalam perkumpulan itu juga bisa menikmati. Dan meskipun jika ada beberapa gojekan sepihak yang orang lain tidak mengerti alangkah baiknya jika memberitahu mereka juga agar mereka juga ikut tertawa.
Dan saya pribadi baru-baru ini terjun ke dunia Stand Up Comedy, saya bisa tahu apa-apa saja materi gojekan yang tidak diperbolehkan dibicarakan dalam Stand Up Comedy yaitu :
1. Blue Materials, adalah materi yang mencakup kata-kata makian, kata-kata jorok, ataupun hal-hal yang berbau seks, membicarakan lubang alat kelamin dan cairan yang keluar dari lubang tersebut. Meskipun tidak bisa dihindari bahwa materi-materi tersebut malah justru bisa membuat penonton itu tertawa, karena jujur dulu saya pernah membawakan materi seperti kata-kata makian dan membuat suasana pecah. Tapi yang harus diingat dalam membawakan materi-materi seperti itu adalah situasi dan kondisi. Jadi bener-bener harus tahu kebanyakan penonton dewasa atau anak kecil. Tidak sulit bukan bagi seorang dewasa untuk bisa melihat situasi dan kondisinya.
2. SARA, seperti yang kita tahu adalah Suku, Agama, ras, dan Antar Golongan. Menurut saya pribadi, justru malah lebih asyik membicarakan SARA tapi dengan catatan orang yang membicarakannya harus terpaut dalam bagian itu. Misal orang Cina bicara tentang Cina, orang Islam bicara tentang Islam. Karena banyak memang fakta-fakta yang sebenarnya kita canggung untuk mencari tahu kebenarannya. Karena ini masalah opini, boleh donk kalo kita berpendapat bebas dalam hal SARA toh juga yang menanggung pembicara itu sendiri. Karena satu hal yang penting di Indonesia terlalu banyak orang yang lebih menangkap apa yang diucap, dari apa yang dimaksud. Pembicaraan SARA pernah dibawakan waktu itu di Jakarta dan apa yang terjadi justru ketika ada pembicara yang berbicara mengenai Islam justru banyak wanita-wanita berjilbab yang tertawa. Jadi ayolah mulailah kita berpikir luas dan mencoba untuk tidak terlalu sensi.
3. Orang Cacat dan Ibu-ibu Hamil, seperti yang kalian tahu. Orang-orang macam mereka seharusnya butuh perhatian kita dan tidak layak untuk kita bicarakan. Kita tidak bisa membicarakan seorang manusia mulia bernama Ibu yang sedang membawa nyawa manusia dalam perutnya untuk dipakai dalam hal becandaan. Orang-orang cacat apalagi.
Jadi di umur saya yang dewasa ini saya jadi tahu dan bisa berhati-hati dalam hal-hal gojekan di bagian mana bisa membuat kalian suka, dan di bagian mana yang membuat kalian tidak suka. Mungkin memang banyak yang bicara bahwa Stand Up Comedy itu adalah komedi cerdas. Saya bisa mengiyakan dalam hal materi, karena mereka mencari materi dengan cara menganalisa hal-hal disekitar mereka dan tidak dilihat oleh orang lain. Tapi jika cerdas ini diartikan dalam hal level, saya tidak setuju karena tidak mesti macam komedi lain seperti slapstick itu tidak cerdas. Makanya saya amat menghindari macam-macam gojekan pacokan dan sepihak itu karena menurut saya sperti itu tidak cocok dengan pribadi saya.
Jadi di umur saya yang dewasa ini saya jadi tahu dan bisa berhati-hati dalam hal-hal gojekan di bagian mana bisa membuat kalian suka, dan di bagian mana yang membuat kalian tidak suka. Mungkin memang banyak yang bicara bahwa Stand Up Comedy itu adalah komedi cerdas. Saya bisa mengiyakan dalam hal materi, karena mereka mencari materi dengan cara menganalisa hal-hal disekitar mereka dan tidak dilihat oleh orang lain. Tapi jika cerdas ini diartikan dalam hal level, saya tidak setuju karena tidak mesti macam komedi lain seperti slapstick itu tidak cerdas. Makanya saya amat menghindari macam-macam gojekan pacokan dan sepihak itu karena menurut saya sperti itu tidak cocok dengan pribadi saya.
Mungkin hanya itu yang bisa saya tulis. Sedikit pesan buat saya yang sudah mulai dewasa ini marilah kita belajar sedikit agar tidak terlalu sensi, marilah kita mulai memahami apa yang dimaksud, karena justru ketawa itu bisa menyatukan kita semua dalam perbedaan yang ada. :)
February 04, 2012
Mengapa Stand Up Comedy Harus Bicara SARA ??
T: "Kenapa stand-up comedian suka banget sih ngomong SARA (Suku, Agama, Ras, Adat)?"
J: Jawaban singkatnya: karena perlu.
Versi panjangnya, kita lihat kembali sejarah komedi atau lawak di Indonesia. Komedi di Indonesia ditekan oleh ancaman, "Jangan bicara SARA!" Tawa menjadi mekanisme kendali. Bagaimana bisa?
Coba aja lihat kondisi dulu (mungkin sekarang juga masih). Kalau ada pelawak melucu di depan pejabat, para bawahannya tidak berani ketawa sampai atasan mereka tertawa. Jadi tawa digunakan sebagai alat kendali: tertawalah hanya pada yang saya (sang atasan) izinkan.
Ini menjadi mekanisme kendali karena dengan begitu, yang ditertawakan adalah yang tidak memiliki kuasa. Atau dalam lingkup sosial, selalu pihak mayoritas menertawakan minoritas. Pihak minoritas bahkan tidak bisa bersuara walau merasakan ketidakadilan.
Dengan sendirinya, ini bisa jadi indikasi: apakah organisasi atau keluarga kita demokratis? Lihat saja dari saat pertunjukan komedi. Kalau semua tertawa lepas tanpa harus saling lirik, berarti demokratis. Kalau masih saling lirik, ada pengendalian pendapat secara internal.
Sebagai format, komedi tunggal (standup comedy) memanfaatkan kebebasan tawa ini. Esensi komedi tunggal adalah penjualan pendapat, via premis yang berbentuk setup. Dan menarik persetujuan penonton melalui punchline. Kalau penonton tertawa, mereka menerima pendapat sang komedian. Kalau tidak, gak akan tertawa. Sesederhana itu.
Lalu, apa hubungannya dengan SARA? Karena komedi tunggal juga berfungsi mengungkapkan kegelisahan seorang comic terhadap hal-hal yang ia hadapi sehari-hari. Memangnya kehidupan kita sehari-hari bisa lepas dari suku, agama, ras, atau adat? Tidak.
SARA adalah bagian keseharian kita yang juga bisa membuat gelisah. Dan kalau ini dipendam, malah berbahaya. Humor justru merupakan cara kita untuk menerima hal-hal yang meresahkan diri, dengan menertawakannya. Istilah yang digunakan Pandji adalah, "Berdamai dengan diri sendiri."
Dan format komedi tunggal terbuka bagi siapa saja. Kalau kita merupakan bagian dari pihak minoritas, justru dengan format komtunglah kita bisa menyuarakan apa saja keresahan kita. Ini yang dilakukan Ernest Prakasa dengan membawa etnis Cinanya sebagai materi. Atau saat kita ingin mempertanyakan suatu hal yang dipraktikkan oleh pihak yang berkuasa/mayoritas. Ini yang diusung Pandji dengan mempertanyakan ormas yang mengaku Islam tapi malah memburukkan nama Islam.
Dalam komedi tunggal, kedudukan (atau tepatnya keberdirian) seorang comic di atas panggung itu sama.
Jadi kenapa bicara SARA? Karena itu bagian dari kehidupan sehari-hari. Dan jika menjadi salah satu sumber keresahan kita sebagai comic, perlu segera disalurkan dalam bentuk humor.
T: "Sejauh mana kita bisa menertawakan SARA?"
J: Tidak ada ukuran yang konstan di sini. Intinya kembali ke esensi komedi tunggal yang saya sebut di atas; kita menjual pendapat atau sikap kita terhadap sesuatu. Penonton yang konvensional tentunya akan lebih sensitif terhadap pembicaraan SARA dibandingkan yang lebih modern atau terbuka. Sikap kita akan lebih sulit diterima jika terlalu drastis di atas batas toleransi mereka.
Suatu materi komedi yang sama bisa menyinggung satu kelompok tapi disukai kelompok lain, walaupun materi tersebut menertawakan kedua-keduanya. Kalau ini yang terjadi, kendalanya mungkin bukan di materi, melainkan penonton. Namun kalau semua orang gak suka, bisa jadi kendalanya di materi.
Kuncinya bisa dari saran Chris Rock dalam acara Talking Funny-nya Ricky Gervais, "Bicaralah mengenai tindakan atau kelakuan mereka, bukan tentang identitas mereka."
sumber : Komtung 101: Mengapa Bicara SARA?
J: Jawaban singkatnya: karena perlu.
Versi panjangnya, kita lihat kembali sejarah komedi atau lawak di Indonesia. Komedi di Indonesia ditekan oleh ancaman, "Jangan bicara SARA!" Tawa menjadi mekanisme kendali. Bagaimana bisa?
Coba aja lihat kondisi dulu (mungkin sekarang juga masih). Kalau ada pelawak melucu di depan pejabat, para bawahannya tidak berani ketawa sampai atasan mereka tertawa. Jadi tawa digunakan sebagai alat kendali: tertawalah hanya pada yang saya (sang atasan) izinkan.
Ini menjadi mekanisme kendali karena dengan begitu, yang ditertawakan adalah yang tidak memiliki kuasa. Atau dalam lingkup sosial, selalu pihak mayoritas menertawakan minoritas. Pihak minoritas bahkan tidak bisa bersuara walau merasakan ketidakadilan.
Dengan sendirinya, ini bisa jadi indikasi: apakah organisasi atau keluarga kita demokratis? Lihat saja dari saat pertunjukan komedi. Kalau semua tertawa lepas tanpa harus saling lirik, berarti demokratis. Kalau masih saling lirik, ada pengendalian pendapat secara internal.
Sebagai format, komedi tunggal (standup comedy) memanfaatkan kebebasan tawa ini. Esensi komedi tunggal adalah penjualan pendapat, via premis yang berbentuk setup. Dan menarik persetujuan penonton melalui punchline. Kalau penonton tertawa, mereka menerima pendapat sang komedian. Kalau tidak, gak akan tertawa. Sesederhana itu.
Lalu, apa hubungannya dengan SARA? Karena komedi tunggal juga berfungsi mengungkapkan kegelisahan seorang comic terhadap hal-hal yang ia hadapi sehari-hari. Memangnya kehidupan kita sehari-hari bisa lepas dari suku, agama, ras, atau adat? Tidak.
SARA adalah bagian keseharian kita yang juga bisa membuat gelisah. Dan kalau ini dipendam, malah berbahaya. Humor justru merupakan cara kita untuk menerima hal-hal yang meresahkan diri, dengan menertawakannya. Istilah yang digunakan Pandji adalah, "Berdamai dengan diri sendiri."
Dan format komedi tunggal terbuka bagi siapa saja. Kalau kita merupakan bagian dari pihak minoritas, justru dengan format komtunglah kita bisa menyuarakan apa saja keresahan kita. Ini yang dilakukan Ernest Prakasa dengan membawa etnis Cinanya sebagai materi. Atau saat kita ingin mempertanyakan suatu hal yang dipraktikkan oleh pihak yang berkuasa/mayoritas. Ini yang diusung Pandji dengan mempertanyakan ormas yang mengaku Islam tapi malah memburukkan nama Islam.
Dalam komedi tunggal, kedudukan (atau tepatnya keberdirian) seorang comic di atas panggung itu sama.
Jadi kenapa bicara SARA? Karena itu bagian dari kehidupan sehari-hari. Dan jika menjadi salah satu sumber keresahan kita sebagai comic, perlu segera disalurkan dalam bentuk humor.
T: "Sejauh mana kita bisa menertawakan SARA?"
J: Tidak ada ukuran yang konstan di sini. Intinya kembali ke esensi komedi tunggal yang saya sebut di atas; kita menjual pendapat atau sikap kita terhadap sesuatu. Penonton yang konvensional tentunya akan lebih sensitif terhadap pembicaraan SARA dibandingkan yang lebih modern atau terbuka. Sikap kita akan lebih sulit diterima jika terlalu drastis di atas batas toleransi mereka.
Suatu materi komedi yang sama bisa menyinggung satu kelompok tapi disukai kelompok lain, walaupun materi tersebut menertawakan kedua-keduanya. Kalau ini yang terjadi, kendalanya mungkin bukan di materi, melainkan penonton. Namun kalau semua orang gak suka, bisa jadi kendalanya di materi.
Kuncinya bisa dari saran Chris Rock dalam acara Talking Funny-nya Ricky Gervais, "Bicaralah mengenai tindakan atau kelakuan mereka, bukan tentang identitas mereka."
sumber : Komtung 101: Mengapa Bicara SARA?
January 17, 2012
Logo Baru Stand Up SOLO
Ehem ehem, yang di atas ini bukan seperti yang kalian pikirin. Aku tahu apa yg kalian pikirin pasti ini logo yg cocok buat tutup botol atau kancing baju. Tapi bukan oke sekali lagi bukan !! Ini seperti yang kalian lihat adalah logo baru Stand Up Comedy Solo. Kenapa harus ganti logo ? Ya karena gagpapa, ya suka-suka kami donk kenapa kalian yang repot ? Ha ?
Oh oke lupakan, mari aku terangin apa arti dari logo tersebut. Pertama, logo berbentuk bundar karena menurut kami bundar itu seperti roda. Dan roda itu selalu berputar ke arah yang dituju maka kami juga ingin menunjukkan bahwa kami ingin menuju ke arah yang lebih maju dalam perkembangan stand up comedy solo.
Kedua, kenapa warna dasar hijau batik ? Karena kalo warna kuning nanti dikira partai golkar donk !! *krik
Warna hijau itu identik dengan warna kota Solo yang disebut juga dengan kota Hijau karena banyak penghijauan dimana-mana begitupun juga dengan batik yang merupakan ciri khas kota Solo akan batiknya. Untuk itu mari kita memajukan perkembangan untuk memakai seragam batik hijau.
Ketiga, yah pasti kalian bertanya-tanya kenapa sih yang terlihat open mic itu adalah sebuah arca ? Ya coba bayangin kalo Mari Ozawa yang open mic ntar gambar mic nya juga ikut beda donk !! Oke oke fokus jadi itu terinspirasi dari arca di Gladag. Karena kami yakin seseram apapun mukanya kaya arca kalo udah nyobain open mic bakal bisa bikin orang gag takut lagi alias ketawa. Asal jangan keterusan aja ketawanya.
Oke, sekian kalo ada pertanyaan. Tolong tanyalah kepada arca Gladag tadi ya.
January 07, 2012
Persona by Raditya Dika
Berikut adalah rekapan dari tweet Raditya Dika tentang persona seorang comic.
Hari ini gue mau ngobrolin aspek lain yg sebenarnya penting untuk dipelajari dalam standup comedy, yaitu: #persona.
Sebelum gue mulai ngobrolin soal #persona, gue mau ngasih tau istilah2 standup comedy, biar nyambung gitu. Ihihihihi.
Nah, persona secara harafiah berarti "social mask", topeng sosial. Dipakai jg sbg istilah untuk 'karakter' dlm pertunjukan teater. #persona
Persona, dalam konteks standup comedy mengacu pada aura, karakter panggung seorang comic. Topeng yg dia pakai di atas panggung. #persona
Jadi, persona seorang comic adalah topeng apa yang dia pakai di atas panggung. Apakah dia org yg sinis? Pemarah? Heboh? #persona
Persona seorang comic tidak serta-merta merupakan kepribadian asli dia. Bisa jadi karakter yg dia ingin mainkan. #persona
Persona berkaitan erat, dgn delivery materi seorang comic, tapi sebenarnya tidak terbatas pada itu saja. #persona
Persona didapatkan dari gesture, ekspresi muka, gaya berpakaian, sampai emosi yg dibawakan di atas panggung. #persona
Comic yg baik yg personanya kuat, sehingga berbeda dari comic lainnya. You don't have to be better, you just have to be different. #persona
Contoh2 comic keren dgn persona keren. Persona oracle (pemberi pencerahan) pada George Carlin. Dia seperti berceramah di panggung. #persona
…atau sebagai pemerhati yg dingin seperti Jerry Seinfeld. Bajunya rapih, tutur katanya terstruktur jelas, banyak jeda bicara. #persona
…atau sebagai orang yg anew dan out of place seperti Zach Galifianakis. Rambutnya acak adut, sering bengong di atas panggung. #persona
…atau sebagai seseorang yg manic, heboh, hiperaktif, seperti Dane Cook. Sering loncat di atas panggung, teriak2, banyak main suara. #persona
..seorang comic yg bitnya ttg kutubuku, kalau personanya juga kekutubukuan, pasti jadi lebih mantep.#persona
..Contoh, gue nonton @shanibudi (coba youtube), bitnya ttg kutubuku, personanya yg ditampilkan di panggung juga kekutubukuan.. #persona
..pembawaan @shanibudi rada canggung, delivery-nya lambat. Bajunya ada lambang superhero di dadanya. Persona: kutubuku. Komplit. #persona
Persona seorang comic bisa lahir dgn sendirinya, terbawa oleh bit yg dia pakai. Atau dipersiapkan dengan matang secara sadar. #persona
Bagi seorg comic yg beruntung, mereka bisa nemu sendiri persona yg unik hanya dgn main dari panggung ke panggung.. #persona
..Namun, ada beberapa comic yg sampai skrg bahkan personanya gak keluar. Ini sayang banget. Dia akan terlihat sama dgn comic2 lain. #persona
Jadi, jika mau jadi comic yg dapat dilihat berbeda, mulai sekarang tentukan persona panggungnya mau seperti apa. #persona
Cari kekuatan dan kelemahan dan ciri pribadi yang kita punya, lalu tentukan persona apa yg mau di-develop. #persona
Contohnya: persona yg males, di panggung matanya sayu, delivery-nya males2an. Atau yg kebapakan, baju rapih, delivery-nya hangat. #persona
Kalau kita sudah menentukan persona, maka gesture, baju, dan delivery harus diperhatikan agar sesuai dgn persona tersebut. #persona
Persona bisa dimulai dari yg dekat dgn diri sendiri. Jangan pake persona rockstar kalau sebenernya suka nangis denger musik mellow. #persona
Semakin unik persona yg kita punya (misal: anak gym naif), akan semakin membedakan kita dengan comic lain. #persona
Cara menajamkan persona hanya dengan banyak2 naik panggung, semakin sering stand up, semakin terbentuk persona kita. #persona
Kalau udah ketemu persona-nya, maksimalkan agar membekas di kepala penonton. Ini akan semakin memisahkan kita dari comic lain. #persona
Subscribe to:
Posts (Atom)














