February 09, 2012

Gojekan

Oke, jadi buat kalian yang belom ngerti gojekan itu apa, saya akan sedikit menjelaskan disini. Padahal saya yakin kalian bisa mencari sendiri di google (seperti yang dilakukan manusia ketika menemukan kata-kata asing -,-"). Gojekan itu berasal dari Bahasa Jawa yang artinya becandaan. Jadi ketika ada beberapa orang ngumpul terus ngobrol-ngobrol asik dan seru pasti tidak lepas dari yang namanya gojekan. Gojekan itu bisa membuat beberapa orang yang belum kenal bisa menjadi akrab, akrab saja loh bukan berarti langsung pacaran (#modus). Gojekan juga bisa mencairkan suasana yang tegang agar tidak selalu tegang (lah terus?).

Nah menurut saya ada beberapa gojekan yang menurut saya sudah tidak perlu lagi dalam umur saya yang mulai dewasa ini (baca=20 tahun).

1. Gojekan Pacokan, ini bukan semacam kue Pacok ataupun aktivitas mempacok, eh maksudnya membacok kali ya. Jadi gojekan yang saya maksud disini adalah becandaan yang menjodoh-jodohkan orang satu dengan orang yang lain tanpa dasar-dasar tertentu. Misalnya saja, si Budi cuman pinjem buku si Ani terus si Joko sedang melihat mereka kemudian si Joko membocor-bocorkan ke temen-temen lain. Jadi ketika si Budi asik nongkrong dengan temen-temen, yang dibahas isinya cuman mencieeee-cieeeekan si Budi dengan Ani. Yah saya pribadi sih tidak bisa menikmati gojekan seperti itu karena itu hanya akan membuat si korban (baca=Budi) merasa tersudut. Dan kita yang tidak mengerti apa-apa hanya berdasarkan cerita si tumbak cucukan (baca=Joko) cuman bisa ikut-ikutan tertawa tanpa tahu kepastian yang terjadi. Dan menurut saya itu tidak asyik sekali, coba deh pikir umur udah 20 tahun tapi masih saja gojekan seperti anak-anak SD, bukankah seharusnya kita sudah melewati masa itu, bukan ? 

2. Gojekan Sepihak, macam gojekan seperti ini melibatkan beberapa orang. Misalnya saja ya ada 9 orang sedang berkumpul, kemudian dua orang dari mereka tiba-tiba tertawa tanpa sebab. Hal seperti itu akan membuat 7 orang lainnya merasa tidak ngerti karena mereka tertawa hanya untuk mereka yang tahu. Gojekan macam ini akan membuat mereka yang tidak tahu merasa tersingkirkan dan tidak nyaman berada dalam perkumpulan itu. Jujur saya pribadi lebih asyik jika dalam perkumpulan membicarakan hal-hal lucu yang umum agar semua orang yang berada dalam perkumpulan itu juga bisa menikmati. Dan meskipun jika ada beberapa gojekan sepihak yang orang lain tidak mengerti alangkah baiknya jika memberitahu mereka juga agar mereka juga ikut tertawa.

Dan saya pribadi baru-baru ini terjun ke dunia Stand Up Comedy, saya bisa tahu apa-apa saja materi gojekan yang tidak diperbolehkan dibicarakan dalam Stand Up Comedy yaitu :

1. Blue Materials, adalah materi yang mencakup kata-kata makian, kata-kata jorok, ataupun hal-hal yang berbau seks, membicarakan lubang alat kelamin dan cairan yang keluar dari lubang tersebut. Meskipun tidak bisa dihindari bahwa materi-materi tersebut malah justru bisa membuat penonton itu tertawa, karena jujur dulu saya pernah membawakan materi seperti kata-kata makian dan membuat suasana pecah. Tapi yang harus diingat dalam membawakan materi-materi seperti itu adalah situasi dan kondisi. Jadi bener-bener harus tahu kebanyakan penonton dewasa atau anak kecil. Tidak sulit bukan bagi seorang dewasa untuk bisa melihat situasi dan kondisinya.

2. SARA, seperti yang kita tahu adalah Suku, Agama, ras, dan Antar Golongan. Menurut saya pribadi, justru malah lebih asyik membicarakan SARA tapi dengan catatan orang yang membicarakannya harus terpaut dalam bagian itu. Misal orang Cina bicara tentang Cina, orang Islam bicara tentang Islam. Karena banyak memang fakta-fakta yang sebenarnya kita canggung untuk mencari tahu kebenarannya. Karena ini masalah opini, boleh donk kalo kita berpendapat bebas dalam hal SARA toh juga yang menanggung pembicara itu sendiri. Karena satu hal yang penting di Indonesia terlalu banyak orang yang lebih menangkap apa yang diucap, dari apa yang dimaksud. Pembicaraan SARA pernah dibawakan waktu itu di Jakarta dan apa yang terjadi justru ketika ada pembicara yang berbicara mengenai Islam justru banyak wanita-wanita berjilbab yang tertawa. Jadi ayolah mulailah kita berpikir luas dan mencoba untuk tidak terlalu sensi.

3. Orang Cacat dan Ibu-ibu Hamil, seperti yang kalian tahu. Orang-orang macam mereka seharusnya butuh perhatian kita dan tidak layak untuk kita bicarakan. Kita tidak bisa membicarakan seorang manusia mulia bernama Ibu yang sedang membawa nyawa manusia dalam perutnya untuk dipakai dalam hal becandaan. Orang-orang cacat apalagi.


Jadi di umur saya yang dewasa ini saya jadi tahu dan bisa berhati-hati dalam hal-hal gojekan di bagian mana bisa membuat kalian suka, dan di bagian mana yang membuat kalian tidak suka. Mungkin memang banyak yang bicara bahwa Stand Up Comedy itu adalah komedi cerdas. Saya bisa mengiyakan dalam hal materi, karena mereka mencari materi dengan cara menganalisa hal-hal disekitar mereka dan tidak dilihat oleh orang lain. Tapi jika cerdas ini diartikan dalam hal level, saya tidak setuju karena tidak mesti macam komedi lain seperti slapstick itu tidak cerdas. Makanya saya amat menghindari macam-macam gojekan pacokan dan sepihak itu karena menurut saya sperti itu tidak cocok dengan pribadi saya.

Mungkin hanya itu yang bisa saya tulis. Sedikit pesan buat saya yang sudah mulai dewasa ini marilah kita belajar sedikit agar tidak terlalu sensi, marilah kita mulai memahami apa yang dimaksud, karena justru ketawa itu bisa menyatukan kita semua dalam perbedaan yang ada. :)

February 04, 2012

Mengapa Stand Up Comedy Harus Bicara SARA ??

T: "Kenapa stand-up comedian suka banget sih ngomong SARA (Suku, Agama, Ras, Adat)?"

J: Jawaban singkatnya: karena perlu.

Versi panjangnya, kita lihat kembali sejarah komedi atau lawak di Indonesia. Komedi di Indonesia ditekan oleh ancaman, "Jangan bicara SARA!" Tawa menjadi mekanisme kendali. Bagaimana bisa?

Coba aja lihat kondisi dulu (mungkin sekarang juga masih). Kalau ada pelawak melucu di depan pejabat, para bawahannya tidak berani ketawa sampai atasan mereka tertawa. Jadi tawa digunakan sebagai alat kendali: tertawalah hanya pada yang saya (sang atasan) izinkan. 

Ini menjadi mekanisme kendali karena dengan begitu, yang ditertawakan adalah yang tidak memiliki kuasa. Atau dalam lingkup sosial, selalu pihak mayoritas menertawakan minoritas. Pihak minoritas bahkan tidak bisa bersuara walau merasakan ketidakadilan.

Dengan sendirinya, ini bisa jadi indikasi: apakah organisasi atau keluarga kita demokratis? Lihat saja dari saat pertunjukan komedi. Kalau semua tertawa lepas tanpa harus saling lirik, berarti demokratis. Kalau masih saling lirik, ada pengendalian pendapat secara internal.

Sebagai format, komedi tunggal (standup comedy) memanfaatkan kebebasan tawa ini. Esensi komedi tunggal adalah penjualan pendapat, via premis yang berbentuk setup. Dan menarik persetujuan penonton melalui punchline. Kalau penonton tertawa, mereka menerima pendapat sang komedian. Kalau tidak, gak akan tertawa. Sesederhana itu.

Lalu, apa hubungannya dengan SARA? Karena komedi tunggal juga berfungsi mengungkapkan kegelisahan seorang comic terhadap hal-hal yang ia hadapi sehari-hari. Memangnya kehidupan kita sehari-hari bisa lepas dari suku, agama, ras, atau adat? Tidak.

SARA adalah bagian keseharian kita yang juga bisa membuat gelisah. Dan kalau ini dipendam, malah berbahaya. Humor justru merupakan cara kita untuk menerima hal-hal yang meresahkan diri, dengan menertawakannya. Istilah yang digunakan Pandji adalah, "Berdamai dengan diri sendiri."

Dan format komedi tunggal terbuka bagi siapa saja. Kalau kita merupakan bagian dari pihak minoritas, justru dengan format komtunglah kita bisa menyuarakan apa saja keresahan kita. Ini yang dilakukan Ernest Prakasa dengan membawa etnis Cinanya sebagai materi. Atau saat kita ingin mempertanyakan suatu hal yang dipraktikkan oleh pihak yang berkuasa/mayoritas. Ini yang diusung Pandji dengan mempertanyakan ormas yang mengaku Islam tapi malah memburukkan nama Islam.

Dalam komedi tunggal, kedudukan (atau tepatnya keberdirian) seorang comic di atas panggung itu sama. 

Jadi kenapa bicara SARA? Karena itu bagian dari kehidupan sehari-hari. Dan jika menjadi salah satu sumber keresahan kita sebagai comic, perlu segera disalurkan dalam bentuk humor.


T: "Sejauh mana kita bisa menertawakan SARA?"

J: Tidak ada ukuran yang konstan di sini. Intinya kembali ke esensi komedi tunggal yang saya sebut di atas; kita menjual pendapat atau sikap kita terhadap sesuatu. Penonton yang konvensional tentunya akan lebih sensitif terhadap pembicaraan SARA dibandingkan yang lebih modern atau terbuka. Sikap kita akan lebih sulit diterima jika terlalu drastis di atas batas toleransi mereka. 

Suatu materi komedi yang sama bisa menyinggung satu kelompok tapi disukai kelompok lain, walaupun materi tersebut menertawakan kedua-keduanya. Kalau ini yang terjadi, kendalanya mungkin bukan di materi, melainkan penonton. Namun kalau semua orang gak suka, bisa jadi kendalanya di materi.

Kuncinya bisa dari saran Chris Rock dalam acara Talking Funny-nya Ricky Gervais, "Bicaralah mengenai tindakan atau kelakuan mereka, bukan tentang identitas mereka."


sumber : Komtung 101: Mengapa Bicara SARA?

January 17, 2012

Logo Baru Stand Up SOLO


Ehem ehem, yang di atas ini bukan seperti yang kalian pikirin. Aku tahu apa yg kalian pikirin pasti ini logo yg cocok buat tutup botol atau kancing baju. Tapi bukan oke sekali lagi bukan !! Ini seperti yang kalian lihat adalah logo baru Stand Up Comedy Solo. Kenapa harus ganti logo ? Ya karena gagpapa, ya suka-suka kami donk kenapa kalian yang repot ? Ha ? 

Oh oke lupakan, mari aku terangin apa arti dari logo tersebut. Pertama, logo berbentuk bundar karena menurut kami bundar itu seperti roda. Dan roda itu selalu berputar ke arah yang dituju maka kami juga ingin menunjukkan bahwa kami ingin menuju ke arah yang lebih maju dalam perkembangan stand up comedy solo.

Kedua, kenapa warna dasar hijau batik ? Karena kalo warna kuning nanti dikira partai golkar donk !! *krik
Warna hijau itu identik dengan warna kota Solo yang disebut juga dengan kota Hijau karena banyak penghijauan dimana-mana begitupun juga dengan batik yang merupakan ciri khas kota Solo akan batiknya. Untuk itu mari kita memajukan perkembangan untuk memakai seragam batik hijau. 

Ketiga, yah pasti kalian bertanya-tanya kenapa sih yang terlihat open mic itu adalah sebuah arca ? Ya coba bayangin kalo Mari Ozawa yang open mic ntar gambar mic nya juga ikut beda donk !! Oke oke fokus jadi itu terinspirasi dari arca di Gladag. Karena kami yakin seseram apapun mukanya kaya arca kalo udah nyobain open mic bakal bisa bikin orang gag takut lagi alias ketawa. Asal jangan keterusan aja ketawanya.

Oke, sekian kalo ada pertanyaan. Tolong tanyalah kepada arca Gladag tadi ya.

January 12, 2012

Hipnotis

Awalnya saya tidak percaya dengan namanya hipnotis. Karena itu musyrik, harus percaya sama Allah. Oke cukup itu bukan bagian intinya. Saya pernah melihat di salah satu program tayangan televisi yang sekarang sudah tidak ada, saya tidak tahu mungkin ratingnya jelek atau tidak berkualitas. Oke cukup. Nama programnya sebut saja The Master.  Ya, itu semacam Indonesian Idol tapi mencari bakat pesulap. Nah di tayangan itu saya melihat Romi Rafael melakukan adegan dengan memanggil beberapa peserta di studio untuk maju ke depan. Saya pikir, yah itu pasti peserta yang sudah di skenario karena ketika di depan mereka dihipnotis layaknya mereka seekor beruang. Nah di bagian itu entah kenapa saya tidak begitu percaya karena saya tetep percaya sama Allah.

Nah, ketika di Hallo Solo diadakan event yang mengundang ahli hipnotis saya mencoba untuk dijadikan korban. Dan alhasil ketika saya dihipnotis saya bener-bener merasa sadar tetapi layaknya boneka pinokio tetapi yang panjang bukan hidungnya melainkan anunya saya seperti tengah dikendalikan. What the Fuck !! Pertama saya dihipnotis menjadi orang bisu dan ketika saya mencoba untuk bersuara, suara saya nggak keluar. Berikutnya kata temen saya, saya dihipnotis sebagai banci. Dan berikut video saya ketika dihipnotis.


Saya dipaksa mengejar orang yang paling ganteng diantara temen-temen. Dan parahnya saya sampai mencium pipinya. Sebagai lelaki ini benar-benar mematikan pasaran. Yah karena inilah saya sekarang percaya sama hipnotis tetapi bukan berarti saya musyrik.

January 07, 2012

Persona by Raditya Dika

Berikut adalah rekapan dari tweet Raditya Dika tentang persona seorang comic.


Hari ini gue mau ngobrolin aspek lain yg sebenarnya penting untuk dipelajari dalam standup comedy, yaitu: #persona.

Sebelum gue mulai ngobrolin soal #persona, gue mau ngasih tau istilah2 standup comedy, biar nyambung gitu. Ihihihihi.

Comic = orang yg melakukan standup comedy. #persona

Bit = sebuah lelucon dalam sebuah set materi seorang standup comedian. #persona

Delivery = cara seorang comic menyampaikan bit-nya atas panggung. #persona

Nah, persona secara harafiah berarti "social mask", topeng sosial. Dipakai jg sbg istilah untuk 'karakter' dlm pertunjukan teater. #persona

Persona, dalam konteks standup comedy mengacu pada aura, karakter panggung seorang comic. Topeng yg dia pakai di atas panggung. #persona

Jadi, persona seorang comic adalah topeng apa yang dia pakai di atas panggung. Apakah dia org yg sinis? Pemarah? Heboh? #persona

Persona seorang comic tidak serta-merta merupakan kepribadian asli dia. Bisa jadi karakter yg dia ingin mainkan. #persona

Persona berkaitan erat, dgn delivery materi seorang comic, tapi sebenarnya tidak terbatas pada itu saja. #persona

Persona didapatkan dari gesture, ekspresi muka, gaya berpakaian, sampai emosi yg dibawakan di atas panggung. #persona

Comic yg baik yg personanya kuat, sehingga berbeda dari comic lainnya. You don't have to be better, you just have to be different. #persona

Contoh2 comic keren dgn persona keren. Persona oracle (pemberi pencerahan) pada George Carlin. Dia seperti berceramah di panggung. #persona

…atau sebagai pemerhati yg dingin seperti Jerry Seinfeld. Bajunya rapih, tutur katanya terstruktur jelas, banyak jeda bicara. #persona

…atau sebagai orang yg anew dan out of place seperti Zach Galifianakis. Rambutnya acak adut, sering bengong di atas panggung. #persona

…atau sebagai seseorang yg manic, heboh, hiperaktif, seperti Dane Cook. Sering loncat di atas panggung, teriak2, banyak main suara. #persona

Idealnya, persona berkaitan dengan bit seorang comic.. #persona

..seorang comic yg bitnya ttg kutubuku, kalau personanya juga kekutubukuan, pasti jadi lebih mantep.#persona

..Contoh, gue nonton @shanibudi (coba youtube), bitnya ttg kutubuku, personanya yg ditampilkan di panggung juga kekutubukuan.. #persona

..pembawaan @shanibudi rada canggung, delivery-nya lambat. Bajunya ada lambang superhero di dadanya. Persona: kutubuku. Komplit. #persona

Persona seorang comic bisa lahir dgn sendirinya, terbawa oleh bit yg dia pakai. Atau dipersiapkan dengan matang secara sadar. #persona

Bagi seorg comic yg beruntung, mereka bisa nemu sendiri persona yg unik hanya dgn main dari panggung ke panggung.. #persona

..Namun, ada beberapa comic yg sampai skrg bahkan personanya gak keluar. Ini sayang banget. Dia akan terlihat sama dgn comic2 lain. #persona

Jadi, jika mau jadi comic yg dapat dilihat berbeda, mulai sekarang tentukan persona panggungnya mau seperti apa. #persona

Cari kekuatan dan kelemahan dan ciri pribadi yang kita punya, lalu tentukan persona apa yg mau di-develop. #persona

Contohnya: persona yg males, di panggung matanya sayu, delivery-nya males2an. Atau yg kebapakan, baju rapih, delivery-nya hangat. #persona

Kalau kita sudah menentukan persona, maka gesture, baju, dan delivery harus diperhatikan agar sesuai dgn persona tersebut. #persona

Persona bisa dimulai dari yg dekat dgn diri sendiri. Jangan pake persona rockstar kalau sebenernya suka nangis denger musik mellow. #persona

Semakin unik persona yg kita punya (misal: anak gym naif), akan semakin membedakan kita dengan comic lain. #persona

Cara menajamkan persona hanya dengan banyak2 naik panggung, semakin sering stand up, semakin terbentuk persona kita. #persona

Kalau udah ketemu persona-nya, maksimalkan agar membekas di kepala penonton. Ini akan semakin memisahkan kita dari comic lain. #persona

Persona is what makes you unique as a comic. Remember, you don't need to be better, you just need to be different. :) #persona #selesai