Showing posts with label Crime. Show all posts
Showing posts with label Crime. Show all posts

February 18, 2014

[Review] RoboCop (2014)


"Dead or alive, you're coming with me!" - Detective Alex Murphy

Nampak gagah bersenjatakan pistol dengan balutan besi berwarna hitam, RoboCop kembali bangun dari tidur panjangnya untuk memberantas kejahatan di Detroit. Sebelum menonton RoboCop versi 2014 ini saya bersikukuh untuk menyelesaikan triloginya terlebih dahulu dan yah hasilnya saya terpikat oleh RoboCop klasik versi 1987 dari film pertamanya. Lalu dua film sekuelnya? Sungguh buruk dan saya nyaris tak percaya kalo RoboCop 2 dan RoboCop 3 bukanlah film yang khusus ditujukan untuk penderita insomnia. Sang sineas Jose Padilha seakan ingin memperbaiki citra buruk Polisi Robot ini dengan menghadirkan RoboCop versi baru-nya. Entah bagaimana kamu menyebutnya sebagai remake atau reboot, yang pasti beberapa elemen tambahan dihadirkan disini dan juga yang paling nampak jelas adalah tampilan armor-nya. Akan tetapi, lagi-lagi akan menimbulkan banyak pertanyaan yang terbilang sederhana untuk remake/reboot RoboCop ini, "Apakah sudah perlu?"

January 25, 2014

[Review] Runner Runner (2013)


"This is your job. You want a clear conscience, go start a charity. But if you want your own island 
and your boss says you gotta go out there and take a beating, you go out there,
take it and come back to work and say,' do you need me to do it again?'" - Ivan Block

Perjudian selalu menjadi premis film-film yang tak pernah usai. Hal itu tak lepas dari setiap orang yang melakukannya, dari kalangan atas hingga kalangan bawah pun. Lihat saja, tak hanya di negara-negara maju, di Indonesia saja yang notabene melarang perjudian masih saja terjadi kegiatan seperti itu. Bahkan tak hanya sembunyi-sembunyi, secara terang-terangan pun kerapkali kita temukan. Seiiring dengan kemajuan teknologi, perjudian pun juga mengikuti perkembangan zaman. Melalui Runner Runner, penonton bisa menyimpulkan bahwa perjudian secara online adalah bentuk perjudian yang paling berbahaya, cukup masuk akal memang karena sekedar click mouse, jumlah uang yang dipertaruhkan mungkin tak akan bisa kembali. Didukung dengan tiga cast utama, Justin Timberlake, Ben Affleck, dan Gemma Arterton yang terpampang jelas di poster promosinya juga merupakan perjudian bagi Runner Runner untuk bisa menjadi sebuah sajian yang menarik.

October 09, 2013

[Review] Prisoners (2013)


Kehilangan memang sesuatu yang menyakitkan. Bahkan saya yakin hampir semua orang tidak suka dengan perihal kehilangan. Tak ada mimpi buruk yang lebih buruk bagi sepasang orang tua yang kehilangan anaknya. Hal itulah yang menjadi premis dalam Prisoners, sebuah film arahan sang sineas asal Kanada, Denis Villeneuve yang juga berhasil mengantarkan film sebelumnya, Incendies (2010) masuk dalam nominasi Oscar kategori Best Foreign Language. Sayangnya kalah oleh In a Better World-nya Denmark. Memasang dua wajah utama aktor dengan nama besar, Hugh Jackman dan Jake Gyllenhaal serta deretan nama-nama besar lainnya seperti Viola Davis, Terrence Howard, Maria Bello, Melissa Leo, Paul Dano yang turut menghiasi poster filmnya mungkin akan menjadi daya tarik yang kuat. Apalagi saya belom pernah sebelumnya melihat aktor yang kerap sekali dikenal sebagai Wolverine ini memerankan karakter seorang ayah. Yah, menjadi sebuah kesenangan sendiri bagi fans yang ingin melihat Hugh Jackman tampil berbeda.

September 12, 2013

[Review] Pain & Gain (2013)


Michael Bay dan Mark Wahlberg? Bukan bukan ini bukan Transformers 4. Melainkan sebuah film komedi kriminal yang berdasarkan kisah nyata. Sepertinya Bay terlalu fokus kepada proyek film alien robot katimbang film ini. Nyatanya, promosinya pun tidak begitu besar. Letak jualan utamanya mungkin juga terletak pada tiga orang bertubuh kekar dalam poster tersebut. Bahkan katanya, dengan budget sebesar 26 juta dollar, film ini termasuk film yang paling murah nomor dua garapan Bay setelah film komedi sebelumnya yang merupakan debut penyutradaraan Bay yakni Bad Boys yang hanya 19 juta dollar. Jadi jangan terlalu berharap banyak apa-apa pada film ini. Jangan mengharapkan pesan moral atau apapun meskipun menampilkan slogan 'This is A True Story'. Cukup nikmati saja filmnya dan jika kamu belom menonton film-film Bay sebelumnya selain franchise Transformers, siap-siap merasakan sensai yang beda dari seorang Bay.

September 11, 2013

[Review] Kick-Ass 2 (2013)


Tiga tahun lalu, kita mengenal Kick-Ass sebagai superhero remaja yang sok-sokan. Tak perlu digigit laba-laba atau terkena radiasi untuk menjadi superhero, Kick-Ass hanya butuh kostum dan modal nekat untuk membasmi kejahatan. Diadaptasi dari komik karya Mark Millar berjudul sama, Matthew Vaughn mampu membuat Kick-Ass mendapat respon positif dari penonton. Kalo boleh jujur saya sih sebenernya agak sebel kalo sebuah film sekuel dari pendahulunya yang sudah sukses disutradari oleh sutradara yang berbeda. Bagi saya, ciri khas yang sepertinya sudah melekat di film pertamanya sedikit berkurang. Tapi mau gimana lagi, kali ini tongkat estafet penyutradaraan dipegang oleh Jeff Wadlow yang juga didapuk sebagai penulis naskahnya. Saya sebenarnya sedikit ragu untuk menonton Kick-Ass 2 di bioskop dan memilih untuk menunggu download-nya saja setelah membaca review-review dari beberapa rekan, tetapi sungguh daya magnet di film ini yang membuat saya teguh untuk tetap menontonnya. Daya magnet? Oh ya tentu saja artis dibalik topeng Hit-Girl. ^^

September 05, 2013

[Review] Jack Reacher (2012)


Kalo melihat judul dengan menggunakan nama orang, dalam hal ini Jack Reacher tentu saja hal yang terlintas di pikiran pertama kali adalah pasti film itu akan bercerita banyak tentang Jack Reacher. Tetapi siapakah Jack Reacher? Dia adalah karakter fiksi yang menjadi tokoh utama dalam 17 novel karya penulis asal Inggris, Lee Child. Sedangkan dalam film ini, diadaptasi dari novel ke-9 yang bertajuk One Shot (2005). Saya sendiri termasuk orang baru dalam novel-novel karya Lee Child, jadi jika kamu seperti saya tidak usah mengharapkan ekspetasi apa-apa, cukup duduk diam dan nikmati saja film-nya. Yang menarik disini adalah novel-novel yang diadaptasi bergenre misteri pembunuhan. Seperti Sherlock Holmes dong? Hmm...tidak salah bila dikatakan seperti itu, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Sepanjang film ini saya lihat, misteri yang diberikan tak serumit Sherlock Holmes. Hanya saja tetap menonjolkan karakter utamanya seperti Sherlock Holmes. Yap, mungkin Jack Reacher bisa menjadi referensi tontonan ketika kamu ingin mencoba film yang sedikit berbau misteri.

August 28, 2013

[Review] Seven (1995)


Bosan menonton film yang mendayu-dayu? Juga dengan film ringan yang begitu mudah dilupakan? Mungkin Seven adalah film yang tepat untuk mengisi kebosanan kamu. Film yang cukup membuat kita mengasah otak dan bebas untuk menerka-nerka endingnya. Sineas yang bertanggung jawab di balik film Seven adalah David Fincher. Menurut beberapa artikel yang saya baca, David Fincher sebelumnya tengah depresi karena gagal melanjutkan kesuksesan franchise Alien dengan membuat Alien 3. Bahkan dikabarkan Fincher nyaris putus asa untuk tidak mau membuat film lagi dalam waktu yang lama. Untung Fincher menerima tawaran proyek Seven ini, karena kelihatannya film ini membuka jalan yang cerah bagi Fincher untuk membuat film-film keren semacam Fight Club (1999), Zodiac (2007), The Curious Case of Benjamin Button (2008), The Social Network (2010), sampai The Girl with The Dragon Tattoo (2011).

July 05, 2013

[Review] Despicable Me 2 (2013)


"Poppadoms."

Minion is back! Tentu saja yang pertama terlintas di pikiran penikmat film jika mendengar kata Despicable Me adalah Minion. Minion, karakter fiksi yang diciptakan oleh Illumination Entertainment ini mampu menarik perhatian saya - atau bahkan kebanyakan orang.  Bentuknya yang kecil, bulat, menggemaskan, berwarna kuning, ditambah tingkah laku yang mampu membuat penonton tertawa. Wuahahaha. Bohong deh kalo sehabis nonton film ini gak terceletuk kalimat,"Ih mau dong punya minion di rumah." Mengingat kesuksesan film pertama yang ditayangkan tiga tahun silam, studio mana yang tidak berniat untuk membuat sekuelnya. Yah walaupun di seri pertama Minion seakan hanya sebatas perkenalan, di film ini tentu kita sudah sangat mengenal jauh sehingga tak perlu diragukan lagi tingkah laku konyol mereka. Dan di Despicable Me 2 ini akan sangat banyak Minion yang meramaikannya.

May 23, 2013

[Review] Fast & Furious 6 (2013)


"I need your help, Dom. I need your team." - Hobbs

Sepertinya saya harus berduka kepada Moscow, Februari lalu kota di Rusia tersebut diacak-acak oleh John McClane dengan segala ledakan bom dan adu tembak sana-sini, kali ini giliran Dom Toretto beserta team-nya dengan kejar-kejaran mobil. Meskipun sudah memasuki seri ke-enam sepertinya antusias penonton untuk melihatnya cukup besar. Faktor utamanya mungkin karena ingin melihat sosok Joe Taslim yang turut mengambil peran dalam film ini. Tetapi buat fans yang setia mengikuti Fast & Furious sejak film pertamanya tentu juga tak begitu saja melewatkan film ini.

February 09, 2013

[Review] A Good Day to Die Hard


Director : John Moore
Starring : Bruce Willis, Jai Courtney, Sebastian Koch

"I'm on fucking vacation!" - John McClane

Jujur, saya mulai mengikuti franchise Die Hard ketika dapat kabar kalo Die Hard ke-5 bakal tayang di bioskop Indonesia sekitar Februari 2013. Dari situ saya mulai marathon menonton film Die Hard dari awal. Film Die Hard sebelumnya memang penuh dengan adegan hampir-mati-nya John McClane. Bahkan Die Hard yang ke-4 atau lebih tepatnya dengan judul Live Free or Die Hard yang tayang 2007 silam sempat tidak bisa memberikan waktu untuk bernafas bagi saya. Setiap adegan aksi yang kelihatannya selesai langsung ditambahi adegan aksi baru yang lebih memacu adrenalin.

Berpatokan dari film sebelumnya saya berekspetasi lebih pada film ini. Apalagi sang sineas memberikan waktu tayang di U.S tanggal 14 Februari yang bertepatan dengan Valentine Day. Usut punya usut, film bertemakan komedi romantis yang ditayangkan mendekati Valentine Day dirasa sudah terlalu biasa dan film A Good Day to Die Hard ini ditujukan kepada para laki-laki yang sudah bosan menonton film sebangsa komedi romantis untuk merayakan Valentine Day. Tetapi entah gak tahu kenapa di bioskop-bioskop Indonesia sudah tayang tanggal 6 Februari.

Masih mengusung tema yang sama. Seorang John McClane (pria yang sulit untuk mati) berencana menemui putra-nya, Jack McClane yang berada di Moscow. Sesampai di Moscow dan tanpa diberi waktu beristirahat di hotel John McClane terlibat baku tembak di pengadilan tempat anak-nya akan memberikan saksi. Di tengah hiruk pikuk orang-orang yang berlari John McClane bertemu anaknya. Tak memperdulikan ayahnya yang ingin segera bicara, John McClane kabur menggunakan mobil karena dikejar-kejar oleh teroris penyebab baku tembak di pengadilan tadi. Dengan adegan kejar-kejaran mobil dan sempat memporakporandakan jalanan Moscow akhirnya John McClane bisa menghentikan teroris tadi karena ingin segera bertemu dengan anaknya. Namun tidak berhenti sampai disitu, setelah bertemu anaknya dan mendapatkankejelasan mengapa Jack McClane bisa terlibat dalam kasus penembakan, tentu saja dengan naluri seorang ayah John McClane tidak segan-segan membantu menyelesaikan misi yang ditanggung anak-nya.

Untuk opening A Good Day to Die Hard memang cukup menjelaskan asal usul pejahat yang akan dihadapi McClane family ditambah scoring yang pas dan membangkitkan rasa semangat untuk menontonnya. Beberapa adegan aksi yang terlihat umum memang sering ditampilkan, tidak ada bumbu special atau penyedap yang baru dalam film ini. Sepanjang film hanya memberikan adegan tembak menembak yang sama berulang-ulang. Tentu saja, film manapun yang tidak memberikan dialog humor akan sedikit menyebabkan kekantukan dan di film ini beberapa dialog humor yang keluar dari mulut seorang John McClane sanggup menghibur penonton. Beberapa karakter memainkan perannya dengan meyakinkan, namun saya tidak bisa mencari chemistry yang kuat antara Jack dan John McClane. Untuk jalan ceritanya sendiri juga cukup ringan daripada film Die Hard yang sebelumnya dengan adegan twist yang sempet bikin shock. Over all, saya pribadi lebih menyukai franchise Die Hard yang sebelumnya. Entah performa Bruce Willis yang semakin uzur atau penulis skrip yang kurang kuat, namun gosipnya Bruce Willis masih mau membintangi franchise Die Hard berikutnya. Hmmm, semua juga berharap akanlebih baik daripada ini.