March 30, 2013

[Review] Madre (2013)


"Di dunia ini tidak ada yang rela menjual ibunya sendiri dan Madre itu ibarat ibu saya!" - Tansen

Madre adalah film adaptasi dari novel karya Dewi Lestari dengan judul yang sama. Sebelumnya saya belum membaca novelnya tapi saya mencoba untuk berkeyakinan bahwa film ini bisa dinikmati tanpa membacanya terlebih dahulu. Novelnya sendiri terdiri dari beberapa cerita namun Benni Setiawan membuat film ini menjadi satu kesatuan utuh berbeda dengan film adaptasi karya Dewi Lestari yang terdahulu, Rectoverso. Seperti yang dapat ditebak, tentu saja film ini ditambahi beberapa cerita diluar novelnya.

March 24, 2013

[Review] Berani Mengubah


Judul : Berani Mengubah
Penulis : Pandji Pragiwaksono
Terbit : Desember 2012
Tebal : 212 Halaman
Penerbit : Bentang Pustaka
Harga : Rp 31.000,-

Ada orang yang skeptis bisa mengubah Indonesia.
Ada yang optimis.
Banyak pemuda yang selalu mempertanyakan kemajuan bangsanya. Padahal, semua sejarah menyatakan bahwa perubahan dibawa oleh pemudanya.
Coba lempar pertanyaan itu kepada diri kita sendiri, dan bergeraklah. Sekecil apa pun.
Saya memang gerah, dan saya memilih untuk tidak menyerah.

Buku ini adalah buku ketiga dari seorang Pandji. Dia adalah seorang stand up comedian favorit saya. Setiap dia melemparkan materi-materi di panggung stand up ada sebuah sudut pandang yang kritis tentang Indonesia. Hingga Pandji menerbitkan buku ini, tentu saya tidak bisa untuk tidak melewatkannya. Banyak dari kita tentunya mempunyai keinginan yang sangat dalam untuk bisa berpatisipasi dalam perubahan Indonesia tetapi selalu terbentur masalah klasik; "Saya bisa apa?" "Darimana saya memulainya?". Terlalu jauh pikiran kita untuk berpikir ke depan tanpa sekalipun memandang hal-hal kecil di sekeliling kita yang mungkin bisa berdampak terhadap perubahan Indonesia. Wajar memang, karena sudut pandang saya pribadi pun mengatakan hal yang sama.

Dalam buku ini, tak tanggung-tanggung di bab pertama Pandji langsung membahas perihal "Belajar Politik". Saya yang awam mengenai dunia politik sempat berpikir "Waduh ini awal-awal kok udah berat banget." Namun ternyata saya salah besar. Dengan bahasa yang mudah dipahami, Pandji mengajak kita untuk membandingkan pemerintahan di zaman pak SBY dan pak Soeharto. Di dalam bab ini juga mengingatkan saya tentang pengetahuan yang selama ini saya dapat di mata pelajaran Sejarah. Lalu berlanjut di bab "Belajar Hukum" dan "Belajar Ekonomi". Diawali dengan pengalaman Pandji ketika ditilang polisi, penjabaran hukum di Indonesia, dan fakta-fakta tentang ekonomi membuat kita yang merasa tidak begitu penting ingin sekali melanjutkan bab ini sampai selesai. Untuk ukuran mahasiswa, saya rasa perlu membaca buku ini. Entah kapan, dan apa yang kita akan perbuat untuk perubahan namun kita sudah mempunyai sedikit ilmu pengetahuan berkaitan politik, hukum, dan ekonomi dilihat dari sudut pandang Pandji. Dan yang paling saya suka adalah ketika Pandji menambahkan note-note kecil di akhir bab tentang aksi perubahan yang harus kita mulai.

Setelah kita berkutat tentang perihal politik, hukum, dan ekonomi dilanjutkan dengan bab-bab yang mulai membahas tentang bagaimana menciptakan perubahan itu sendiri. Dan bagian favorit saya, ada bab dimana Pandji mulai bercerita pengalamannya ketika dia meng-interview atheis. Bagaimana seorang Pandji menyuruh atheis tersebut untuk menyakinkannya bahwa Tuhan itu tidak ada. Saya sangat menikmati dialog mereka.

Finally, buku ini tidak hanya ajakan untuk kita melakukan perubahan terhadap Indonesia namun juga terdapat banyak sekali pengetahuan-pengetahuan tentang Indonesia yang selam ini kita remehkan, bahkan tentang debat pro-kontra kenaikan BBM tahun silam, dan masalah FPI juga dibahas. Mungkin dengan membaca buku ini, kita jadi berhenti untuk selalu mempertanyakan perubahan Indonesia kepada pemerintah namun perubahan dapat kita ciptakan sendiri mulai dari hal-hal kecil.

March 23, 2013

Gerobak Cokelat


Yap. Cokelat adalah makanan idaman kebanyakan orang. Di Gerobak Cokelat, menyajikan berbagai menu dengan minuman dan makanan yang mengandung unsur cokelat. Tempat ini berlokasi di Jl. Slamet Riyadi 510 Purwosari, sebelah Timur Yahoo. Daya tampung untuk konsumen memang relatif kecil, di dalam ada sekitar 10 meja lesehan dan 5 tikar yang disediakan di luar. Meskipun tidak ada wifi ataupun tivi, namun Gerobak Cokelat tidak selalu sepi pengunjung. Justru tempat yang tenang dengan suasana santai seperti ini yang membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati makanan sembari ngobrol ngalor ngidul. Harga yang ditawarkan juga masih bisa dijangkau oleh Mahasiswa. Berikut adalah beberapa makanan yang saya pesan.



Ori Pancake. Tak jauh berbeda dengan pancake pada umumnya. Cukup dengan harga Rp 8.000,- bisa mengenyangkan perut. Taburan kacang, keju yang menyelimuti adonan tepung dan ditambah olesan cokelat berbentuk hati di atasnya membuat sayang untuk dimakan.



Ginger Chocolate. Saya suka jahe. Saya suka cokelat. Lalu jika dicampur? Ya inilah campuran unik antara jahe dan cokelat. Rasa pedes jahe-nya sangat tajam di awal menyeduhnya, lalu perlahan-lahan mulai digantikan oleh rasa cokelat. Nikmat memang, cukup dengan Rp 8.000,- mampu menghangatkan tenggorokan.

March 15, 2013

Score's Guide

ATTENTION : The film which scenes depicted in these score stars don't necessarily have the same rating as the score. I give the score based on personal. Just FYI to avoid any misunderstanding :)


I just found a masterpiece. Thank God for giving me this ultimate pleasure! *tears of joy*


or

Wow. This film is so amazing and definitely satisfying. It just made my day!


or

Hmmm. This film is not really bad. It has something despite the flaws. I'm still awake, you see!


or

Pffftt. This film kinda annoys me up. I think it worse than my expectation. 



Arrgghh!!! This film just wasting my time and made me thougt why did I watch it in the first place.

March 12, 2013

Oishiibar Solo


Semakin banyak tempat wisata kuliner di daerah Solo yang membuat saya penasaran untuk sekedar mencicipi cita rasanya. Adalah Oishiibar, sebuah rumah makan yang menghadirkan berbagai masakan Jepang dan yang paling dikenal adalah Ramen. Berhubung saya belom pernah mencicipi Ramen datanglah saya ke Oishiibar. Rumah makan ini bertempat di sepanjang Jalan Veteran, jika kamu tidak asing dengan Hotel Indah Palace maka tinggal lurus saja ke Timur sekitar 200 meter kanan jalan kamu akan menemuinya. Seperti foto yang saya ambil di atas, rumah makan bernuansa Jepang ini kelihatan simple dari luar. Ada semacam kursi panjang di bagian kiri rumah makan ini yang terhubung langsung dengan dapurnya, di bagian kanan juga ada tempat yang disediakan bagi perokok atau yang ingin merasakan makan di luar. Untuk bagian dalam tidak jauh beda dengan rumah makan-rumah makan pada umumnya.

Oke, karena saya begitu penasaran dengan Ramen saya langsung memesan Spicy Ramen with Chicken. Waktu itu saya bersama teman saya dan dia memesan Cuka Ikado. Harga yang dipatok lumayan wajar untuk ukuran rumah makan asing yaitu untuk Spicy Ramen with Chicken mempunyai harga Rp 23.500,- dan Cuka Ikado mempunyai harga Rp 22.500,-. Berikut penampakannya.

Cuka Ikado

Spicy Ramen with Chicken

Saya mendengar bahwa Ramen begitu bersahabat dengan cabe dan of course tidak masalah bagi saya yang menyukai pedas-pedas. Dan pedas yang dihasilkan Ramen di Oishiibar bisa berbeda-beda tergantung permintaan konsumen. Namun apa yang saya tangkap dari lidah kecil saya, pedasnya begitu pas di Ramen ini. Porsi yang lebih dari sekedar porsi Mie yang bisa kamu dapatkan di Burjo cukup bisa mengenyangkan perut. Kuah yang nikmat beserta racikan bumbu yang terasa, beserta potongan telur-telur sebagai pelengkap membuat pedas yang tadinya dihadirkan jadi semakin membuat ketagihan. Saya bukan seahli mengomentari makanan seperti Pak Bondan namun indera pengecap saya tentu tak akan bohong mengenai rasa.

Berhubung teman saya memesan Cuka Ikado. Sungguh rasanya berdosa bagi saya jika tidak sekalian mencicipinya. Makanan tersebut dibuat dari daging Cumi, jadi agak kenyal-kenyal gitu. Namun apa yang membuat kecewa adalah porsinya yang sangat sedikit dengan harga yang segitu. Sekali lagi memang saya tidak tahu tentang detail pematokan harga makanan namun saya hanya melihat dari sudut pandang awam. Untuk rasa memang enak. Ditambah taburan wijen di atasnya menjadi pelengkap gurihnya.

So, bagi yang ingin mencoba silahkan tanya-tanya langsung ke twitternya yaitu @oishiibar_solo